BEM STISIP Bina Marta Sambangi DPRD OKU Timur, Ini Penyebabnya…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari STISIP Bina Marta Martapura pada Jumat (9/11/2018) mendatangi ke DPRD OKU Timur yang berada di Jalan Merdeka Martapura. Kedatangan mahasiswa tersebut guna mempertanyakan pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional di Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukan dan aturan, karena pelebaran jalan nasional tersebut menggunakan APBD OKU Timur tahun 2018.

Saat tiba di DPRD OKU Timur BEM STISIP Bina Marta diterima langsung oleh Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson, S.IP., MM, Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si., beserta anggota DPRD OKU Timur dan Kepala OPD dilingkungan pemkab OKU Timur.

Menurut Bowo selaku juru bicara BEM STISIP Bina Marta mengatakan, bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya mempertanyakan anggaran  pelebaran jalan nasional Kecamatan Martapura yang menggunakan APBD OKU Timur sebesar Rp. 9,7 miliar. Lalu lanjut kata dia, hasil kajian mahasiswa STISIP Bina Marta kerena jalan tersebut adalah jalan nasional, maka pelebaran jalan tersebut bukanlah kewenangan Pemkab OKU Timur untuk menganggarkan pelebarannya.

“Apa urgensi Pemkab OKU Timur melakukan pelebaran jalan nasional, pelebaran jalan nasional tersebut kami nilai tidak tepat serta diluar kewajaran, karena menurut kami masih sangat banyak jalan kabupaten yang lebih membutuhkan perhatian Pemkab OKU Timur” ujarnya.

Seusai audiensi tersebut Presiden Mahasiswa STISIP Bina Marta Ruslan Komarudin saat ditanya awak media apakah pihaknya puas dengan hasil audiensi tersebut secara tegas menjawab bahwa pihaknya merasa sangat tidak puas.

“Kami sangat tidak puas dengan hasil pertemuan hari ini, selanjutnya kami akan melakukan langkah-langkah strategis untuk mengetahui bagaimana proses penganggran pelebaran jalan nasional tersebut bisa terjadi” tegas Ruslan.

Sementara, Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa pada prinsipnya pelebaran jalan nasional menggunakan anggaran APBD OKU Timur tersebut telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada.

“Pertimbangan dilakukan pengerjaan pelebaran ini, selain rawannya kemcetan juga rawan kecelakaan lalu lintas, adanya kemungkinan penundaan pembangunan jalan nasional serta pada tahun 2021 OKU Timur akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” terangnya.

Dikatakan Bupati, pertimbangan dilakukannya pelebaran jalan nasional menggunakan anggaran APBD tersebut disebabkan beberapa hal. “Karena akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi tersebut tentunya membutuhkan infrastruktur yang baik termasuk fasilitas hotel dan juga termasuk jalan,” pungkasnya.

Sementarara itu Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson, S.IP., M.Si, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelebaran jalan nasional tersebut telah melalui prosedur yang ada dan tidak ada pelanggaran undang-undang.

“Semuanya telah sesuai ketentuan perundangan, tidak ada yang dilanggar, dan semuanya telah melalui tahapan yang semestinya” jelas Beni.