Identitas Mayat yang Mengapung di Aliran Irigasi Telah Diketahui

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Identitas mayat perempuan yang mengapung di saluran irigasi Bendungan Komering (BK) Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Buay Madang kini sudah diketahui. Informasi ini dihimpun dari keluarga korban yang dibincangi di RSUD Martapura, Jalan Adiwiyata, Desa Kotabaru Selatan, Kota Martapura, Senin pagi 12 November.

“Saya tahu dari tahi lalat di hidung dan kuku-kukunya,” kata Ibu korban yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa itu jelas anaknya, Desy Lusiana yang berusia 33 tahun. Keluarga ini berdomisili di Desa Penigaran, Kecamatan Buay Pemuka Peliung.

Sedangkan Kakak sepupu korban Eni Rosita mengiyakan hal tersebut, ia mengenang jika sepupunya memang sudah sejak lima hari lalu pergi. Korban terakhir terlihat berangkat dari rumahnya. Tapi Eni Rosita mengaku tak sempat melihat apakah korban dijemput motor atau mobil.

“Dia ngomong mau pergi ke OKI, saat itu aku masih di kamar mandi, kusuruh tunggu, tapi katanya sudah dijemput temannnya cewek. Saya tak lihat persisnya karena saya lagi di kamar mandi,” Kata Eni.

Dirinya mengaku heran, padahal mendiang orangnya baik, ramah, ngomong juga halus. Korban juga baru pulang dari merantau di Bogor sekitar setahun silam. Korban sendiri aktif bekerja di MLM NASA.

“Kenapa sampai ada yang tega seperti itu,” kata dia dengan suara bergetar. Mendiang yang berstatus janda meninggalkan satu orang anak.

Sementara itu, dari pihak rumah sakit mengatakan jika kondisi jenazah sudah mulai dihinggapi belatung. Kondisi jenazah yang bengkak dianjurkan untuk segera dimakamkan. Sebelumnya tim medis sudah  mengambil sampel rambut korban untuk dilakukan tes DNA.

Sementara, Kapolsek Buay Madang, AKP Biladi Ostin, yang dibincangi di IGD RSUD Martapura mengatakan jika penyebab kematian korban Desi Lusiana belum bisa diketahui. Saat ini jenazah sudah dijemput oleh keluarga. “Dugaan kematian belum bisa disimpulkan, sampai ada hasil visum beberapa hari ke depan dari pihak RSUD,” kata dia.