Polres OKU Timur Berhasil Meringkus 12 TSK 3C

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Polres Kabupaten OKU Timur mengadakan Press Release Tindak Pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polres Kab OKU Timur. Press Release yang digelar, dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya S.IK dan didampingi oleh Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP M. Ikang Ade Putra, S.IK dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polres OKU Timur IPDA Alimin, Senin (12/11/2018) pukul 11.00 WIB bertempat di Halaman Polres OKU Timur.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya S.IK saat Press Release mengatakan, dirinya sangat bangga terhadap kerja keras Sat Reskrim Polres OKU Timur dilapangan yang dipimpin oleh AKP. M. Ikang Ade Putra, S.IK karena dapat mengungkap 9 kasus kriminal 3C dengan berhasil menangkap 12 tersangka.

“Dari 9 kasus Kriminal 3C yang terungkap, berhasil juga menyita sejumlah Barang Bukti (BB) diantaranya 1 unit Laptop, komputer, Televisi, 1 unit Handphone, 1 unit Sepeda Motor, mesin traktor dan 2 unit proyektor juga 1 pucuk senpi jenis revolper dengan 3 butir amunisi,” katanya.

Lalu lanjut Kapolres, mulai dua bulan terakhir ini kasus curat meningkat di wilayah hukum Kabupaten OKU Timur, namun sudah berhasil diungkap oleh jajarannya diwilayah Polres OKU Timur dan Polsek Belitang lll. Diketahui ada 4 LP yang masuk di Polsek Belitang lll.

“Semua pelaku tersebut sudah berhasil ditangkap, namun masih ada beberapa yang masih DPO,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menambahkan, dari hasil pengungkapan kasus ini ada 9 kasus, 7 diantaranya Kasus Curat, 1 Kasus Curas dan 1 kepemilikan senjata api (senpi). Untuk kepemilikan senjata api (Senpi) kata Kapolres, pelaku membelinya dari seseorang dan hendak digunakan untuk melakukan tindak kejahatan pencurian.

“Pelaku atas nama Bustoni ini kasusnya yakni kepemilikan senjata api dan pelaku akan menggunakan senpi tersebut sebagai alat untuk kejahatan, polisi yang berhasil menangkap pelaku dirumahnya dan menemukan 1 pucuk senpi yang tergantung didalam tas pelaku”, tambahnya.

Pasal yang diterapkan untuk kasus kepemilikan senpi ini yaitu UU darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara bahkan bisa hukaman mati.