Batal Audiensi, BEM STISIP Bina Marta Akan Melakukan Pola Komunikasi yang Lain

Foto : istimewa

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bina Marta Martapura Kabupaten OKU Timur berupaya menemui Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi, S.Sos., M.Si., untuk meminta penjelasan terkait pembangunan jalan nasional di Kecamatan Martapura yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten OKU Timur sebesar Rp. 9.784.900.000. Audiensi tersebut sesuai dengan janji Bupati setelah audiensi dengan DPRD OKU Timur pada Jumat (9/11/2018) lalu.

“Pada saat itu Bupati mengundang kami untuk berdiskusi pada hari Selasa, (13/11/2018)” ujar Ruslan Komarudin Presiden Mahasiswa BEM STISIP Bina Marta, saat dibincangi awak media.

Namun sayangnya audiensi dengan Bupati OKU Timur tersebut gagal terlaksana, menurut Ruslan gagalnya audiensi tersebut dikarenakan pihak Pemkab OKU Timur tidak konsisten dengan waktu audiensi sebagaimana yang telah dijanjikan.

“Kemarin protokol Pemkab OKU Timur menghubungi kami dan meminta waktu audiensi dilaksanakan Pada hari ini jam 10.30 WIB, dengan catatan jam 10.30 kami sudah di Pemda OKU Timur, karena bapak Bupati pasca penutupan paripurna DPRD akan langsung menemui kami, dan beberapa kali protokol menelpon memastikan kehadiran kami di jam 10.30 itu, bahkan beberapa saat sebelum kami berangkat pun pihak protokol masih menelpon memastikan kehadiran kami” jelas Ruslan.

Lalu lanjut kata Ruslan, ketika rombongan BEM STISIP Bina Marta sampai di Pemda OKU Timur pada jam 10.30, protokol menemui mereka dan menyampaikan bahwa audiensi ditunda hingga bakda zuhur.

“Protokol Pemkab meminta kami untuk menunggu karena Bupati ada rapat dengan Kepala (Organisasi Perangkat Daerah) OPD, dengan keputusan yang begitu mendadak tersebut kami merasa dipermainkan, oleh karena itu kami menolak tawaran mereka untuk audiensi bakda zuhur, dan kami memilih membatalkan audiensi tersebut” sambungnya.

Sementara, juru bicara BEM STISIP Bina Marta Bowo menjelaskan bahwa pihaknya merasa amat kecewa dengan kinerja protokol Setda OKU Timur. Karena dirinya bersama rombongan hadir atas janji Bupati setelah audiensi di DPRD OKU Timur.

“Kita hadir sesuai janji pak Bupati, dan waktunya pihak protokol sendiri yang menentukan, namun secara sepihak dan mendadak mereka pula yang menunda. Kami merasa dipermainkan dengan pola komunikasi seperti ini. Untuk itu kami akan menggunakan pola komunikasi yang lain” ujar Bowo.

Saat ditanya terkait maksud akan menggunakan pola komunikasi yang lain Bowo menjawab, bahwa pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi ke Pemkab OKU Timur. “Kita akan demo ke Pemkab OKU Timur, karena sepertinya kami coba komunikasi baik-baik kami diremehkan” tegasnya.

Bowo menambahkan, bahwa BEM STISIP Bina Marta menduga ada pihak-pihak yang bermain dalam proyek pelebaran jalan nasional tersebut, serta tidak tertutup kemungkinan adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proyek tersebut. Kabupaten OKU Timur sendiri lebih membutuhkan anggaran tersebut, karena masih banyak infrastruktur jalan yang rusak parah di OKU Timur. Namun mengapa justru Pemkab OKU Timur membangun jalan nasional yang bukan menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya.

“Kita akan mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait proses penganggaran dan pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional tersebut. Sebab kita menduga pengangaran dan pengerjaan proyek tersebut sarat KKN dan gratifikasi karena berdasarkan informasi yang kami himpun, proyek tersebut dikerjakan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab OKU Timur” pungkasnya.