Kembali Dibuka, Mobil Angkutan Barang Wajib Masuk UPPKB

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Setelah dua tahun ini dalam proses peralihan pengelolaan dari Pemprov Sumsel ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat. Jembatan timbang UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) Kota Baru Martapura OKU Timur resmi dibuka kembali sejak 15 November kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) UPPKB Kota Baru Martapura Dian Syahri, disela-sela kegiatan sosialisasi terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas, Jumat (16/11/2018).

“Mulai tanggal 15 November kemarin UPPKB resmi dibuka kembali dan langsung dibawah Kementrian Perhubungan setelah pelimpahan dari Pemerintah Provinsi. Jadi bagi kendaraan angkutan barang yang melintas wajib melalui uji timbang kendaraan. Selama satu minggu kedepan ini kita akan sosialisasikan dulu tanpa penindakan, seterusnya bila melanggar kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Terkait jenis pelanggaran, dirinya melanjutkan, terdapat dua jenis pelanggaran yang menjadi fokus. Yaitu kendaraan dengan kelebihan dimensi, baik panjang maupun tinggi kendaraan dan kendaraan dengan kelebihan berat atau tonase yang ditentukan berdasarkan jenis kendaraan angkutan.

“Untuk jenis pelanggaran, ada istilah yang kami sebut ODOL, yaitu Over Dimensi dan Over Load. Untuk Over Dimensi, kendaraan yang melebihi dimensi ukuran contohnya panjang dan tinggi. Untuk dimensi ada di buku KIR yang menentukan dimensi kendaraan berdasarkan uji berkala. Untuk menentukan Over Load, berat kendaraan orang plus barang ditentukan oleh alat timbang,” paparnya.

Lebih lanjut Dian menambahkan, penerapan sanksi dinilai berdasarkan dari jumlah berat yang diizinkan (JBI) yang tertera didalam buku KIR.

“Batas toleransinya adalah lima persen. Jika lebih dari lima persen kelebihannya, ditilang secara elektronik dan tilang biasa. Namun jika kelebihannya diatas 100 persen maka akan kita bongkar,” tegasnya.

Dijelaskannya, untuk kelas jalan di Sumsel, JBI tronton seberat 21 ton, Truk fuso 14 ton, Truk Colt Diesel 8 ton.

“Kami menghimbau kepada pemilik kendaraan agar mentaati aturan angkutan barang, kiranya dengan kesadaran sendiri melakukan pemotongan sesuai di buku uji. Karena akan berdampak pada kecepatan lalu lintas, merusak jalan, dan keselamatan lalu lintas,” pungkasnya.