Cegah Terjadinya Infeksi, Berikut Ini Upaya yang Dilakukan RSUD Martapura…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura melaksanakan sosialisasi Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI). Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PPI bagi seluruh staf RSUD Martapura khususnya yang bekerja di zona yang memiliki risiko tinggi supaya kualitas pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hotel Dewi II pada Senin (26/11/2018).

Menurut Direktur RSUD Martapura dr Dedy Damhudy melalui Kasi Pelayanan dan Rekam Medik Susilawati Faizal, SKM saat dibincangi wartawan mengatakan, peserta sosialisasi ini meliputi seluruh staf rumah sakit baik dokter, perawat, bidan, cleaning service, laundry, Satpam, gizi, analis maupun dari radiologi. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit agar seluruh staf dapat mengetahui cara antisipasi dan cara menangani penyakit infeksi dan menular.

“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan penularan infeksi RS bagi pasien, keluarga, pengunjung dan karyawan staf RSUD Martapura. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut seluruh staf RSUD, baik yang manajemen, rawat jalan, rawat inap ataupun penunjang kesehatan lainnya,” katanya.

Selain itu dirinya berharap, dengan dilaksanakan kegiatan ini seluruh staf rumah sakit dapat mengerti dan memahami pentingnya PPI. Serta, untuk mengikuti proses akreditasi pihaknya harus melakukan empat pelatihan dasar yang harus dipahami oleh seluruh pegawai dilingkungan RSUD. Empat pelatihan dasar tersebut diataranya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Bantuan Hidup Dasar (BHD), komunikasi efektif serta Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI).

“Semoga seluruh staf RSUD Martapura dapat mengetahui cara mencegah terjadinya penularan infeksi RS bagi pasien, keluarga, pengunjung dan karyawan. Saat ini dari empat syarat pelatihan dasar semua sudah terlaksana. Semoga proses akreditasi RSUD nantinya dapat berjalan sesuai dengan harapan, sehingga kedepannya pelayanan di RSUD Martapura bisa lebih maksimal,” harapnya.

Sementara, Ketua pelaksana sosialisasi PPI dr Dulifea Krsitin Rochmawati M.Kes, mengatakan Penanganan dan Pencegahan Infeksi (PPI) merupakan hal yang sangat penting diketahui oleh seluruh pegawai rumah sakit khusunya  RSUD Martapura, terlebih lagi ketika menangani pasien. Dimana masih banyak terdapat pasien yang mengalami kematian karena disebakan oleh infeksi, karena ketidaktahuan masalah menangani infeksi. Selain itu sambungnya, sangat berisiko kepada petugas rumah sakit jika tidak tahu menangani masalah pasien jika ada terinfeksi penyakit yang bisa menyebabkan menular.

“Banyak kematian pasien disebabkan infeksi, karena ketidaktahuan masalah menangani infeksi, dan juga sangat berisiko kepada petugas rumah sakit jika tidak tahu menangani masalah pasien jika ada terinfeksi penyakit yang bisa menyebabkan menular,” tegasnya.

Lalu lanjut kata dia, sumber dari infeksi ini bisa terjadi pada saat menginfus pasien, sehingga menyebabkan tangan pasien bengkak. Hal itu bisa disebabkan alat suntik kesehatan kurang steril dari petugas kesehatan itu sendiri. Serta masalah ini juga banyak dialami diberbagai tempat.

“Semua proses penanganan infeksi dan sterilisasi dirumah sakit seluruhnya diajarkan dan sesuai dengan aturan PPI. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi. Jika PPI ini berhasil kita lakukan di RSUD Martapura, tentu berimbas dengan rumah sakit, sehingga bisa memperbaiki akreditasi rumah sakit juga. Dalam training yang digelar ini semua proses penanganan infeksi dan sterilisasi  dirumah sakit seluruhnya diajarkan dan sesuai dengan aturan PPI,” terangnya.