Curah Hujan Tinggi, Petani Karet Sedih

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Tingginya curah hujan di wilayah OKU Timur membuat petani karet tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Hal ini sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Sehingga membuat petani karet cukup terhambat dan harus menunggu hujan berhenti.

Nanang, salah satu petani karet di Desa Tungkilan Kecamatan Jaya Pura, saat diwawancarai salah satu wartawan mengatakan, sudah hampir sepekan ini hujan terus sehingga membuat para petani karet tidak bisa melakukan pekerjaan seperti biasa.

“Musim hujan memang pasti terjadi setiap tahunnya, itulah yang menjadi salah satu kendala sebagai petani karet, karena kualitas karet yang bagus dan cara mengambil getah karet itu sendiri batangnya harus dalam kondisi kering, sehingga memudahkan kami untuk memotonya dan getahnya tidak mengalir ke batang karet,” katanya.

Lalu lanjut kata Nanang, jika hujan sudah mulai turun dirinya memilih untuk tidak menyadap karet. Lantaran kata dia, getah karet tidak akan masuk kepenampungan karena air hujan yang mengaliri dinding pohonnya membuat getahnya tercampur dan tidak terkumpul.

“Kalau hujan sudah turun lebih baik kami diam dan gak usah kerja, karena getahnya gak masuk ke penampungan dan keluar dari jalur yang sudah dibuat. Makanya, petani karet kalau sudah hujan pasti sedih,” ungkapnya.

Senada dengannya, Apri pun mengungkapkan hal yang sama, walaupun bergantung dengan musim akan tetapi dirinya menekuni pekerjaan tersebut, karena menurutnya pekerjaan sebagai penyadap karet merupakan satu-satunya pilihan.

“Ini semua sudah ketentuan musim yang harus kita syukuri, kami berharap musim penghujan ini tidak lama-lama, sehingga kami bisa beraktifitas kembali untuk menyadap karet meskipun pekerjaan kami juga bergantung dengan cuaca,” pungkasnya.