Mahasiswa Harus Paham Pentingnya Hidup Berbangsa dan Bernegara Dengan Baik

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Polres OKU Timur melalui Sat Binmas bersama Yayasan Bina Marta mengadakan Fokus Grup Diskusi (FGD), kegiatan ini dimulai dari pemberian materi dan tanya jawab, dengan mengusung tema ‘Bersama Kita Menolak Paham  Radikalisme di Wilayah OKU Timur Jelang Pilpres dan Pileg 2019’. Peserta yang hadir meliputi seluruh mahasiswa STISIP Bina Marta Martapura, Anggota OSIS SMK Kesehatan Bina Marta. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus STISIP Bina Marta.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Masjid OKU Timur Imam Ahmadi SAg MM, dan Badan Kesbangpol yang diwakili oleh Reza Antoni serta terdapat penyampaian materi dari Sat Binmas OKU Timur.

Menurut ketua Yayasan Bina Marta KRT H Mursyid SIP Msi mengatakan, pihaknya menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan FGD ini. Semoga dengan kegiatan ini, akan menyadarkan kepada kita khususnya mahasiswa, akan penting hidup berbangsa dan bernegara dengan baik, saling menghargai dan penuh toleransi.

“Maka melalui FGD ini, kamo sangat berharap mahasiswa sebagai agent perubahan dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, mendiskusikan dan mengupas tuntas paham radikalisme dan dapat mengambil manfaat dari diskusi ini,” katanya.

Sementara, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kasat Binmas AKP Fauzi Saleh SH MM menyampaikan bahwa kegiatan untuk mencegah berupa himbauan agar tidak terjadinya tindakan radikalisme dan aliran sesat. Serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan wilayah OKU Timur yang aman dan kondusif.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan supaya paham radikalisme tidak menyebar di wilayah hukum Polres OKU Timur. Serta, mendorong seluruh elemen masyarakat bersama stakeholder lainnya untuk melaksanakan deteksi dini, mengawasi gelagat, indikasi atau gejala paham radikalisme,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, potensi ancaman Radikalisme dapat muncul sewaktu – waktu, maka perlu diambil langkah-langkah preventif oleh seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat. Selain itu, mahasiswa pemuda dan elemen lainnya dapat berperan aktif untuk mencegah munculnya paham radikalisme.

“Pemuda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tapi kalau kita tidak awasi dan tidak kita sampaikan bahwa di lingkungan kita ini banyak hal yang tidak seharusnya seperti paham radikalisme ini. Maka kita memberikan wawasan berupa sosialisasi seperti ini. Semoga pemuda khususnya mahasiswa Stisip Bina Marta Martapura terhindar dari paham radikalisme,” pungkasnya.