Atasi Inflasi Dirikan dua Perusahaan Daerah

Bupati OKU Timur HM Kholid MD

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Untuk  mengatasi Inflasi yang terjadi di Bumi Sebiduk Sehaluan, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi dirinya sudah menyiapkan dua inovasi khusus. Inovasi tersebut sudah disiapkan untuk mengendalikan inflasi di tahun 2019. Hal ini diungkapkan Bupati saat memimpin rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) di ruang Bina Praja II.

Menurut Bupati OKU Timur saat dibincangi wartawan seusai rapat mengatakan, dua formula khusus tersebut adalah mendirikan dua Perusahaan Daerah (PD). Serta yang harus diantisipasi atau berpotensi mengakibatkan inflasi tinggi diantaranya beras, daging, sayur mayur, bawang merah putih. Oleh karena itu langkah yang diambil dinilai sangat tepat dengan mendirikan Perusahaan Daerah yang berkaitan dengan penyebab terjadinya inflasi tersebut.

“Kita akan mendirikan Perusahaan Daerah Pasar dan Perusahaan Daerah Pergudangan atau logistik. Pendirian Perusahaan Daerah ini berdasarkan rekomendasi dari hasil penelitian yang dilakukan Institut Gajah Mada (IGM) di OKU Timur. Karena untuk mengendalikan inflasi kita harus berani melakukan terobosan. Kedua perusahaan daerah yang didirikan tersebut akan dikelola secara modern dan harus untung. Apalagi potensi pasar memang ada. Saya minta PD yang dibentuk untuk berbisnis, menjaga ketersediaan stok serta menjaga kestabilan harga,” katanya.

Untuk PD Pasar lanjut Kholid, harus mencari keuntungan namun tetap menjaga kestabilan harga pasar. Sebagai contoh selama ini pasokan telur di OKU Timur dikuasai oleh oknum pengusaha sehingga jika ketersediaan stok menipis pasti akan menaikkan harga. Maka dengan hadirnya PD Pasar bisa menyetok telur atau kebutuhan lain di PD Pergudangan, saat harga naik tentu bisa langsung distabilkan dengan ketersediaan pasokan yang ada.

“Disamping itu di pergudangan yang kita buatkan perusahaan daerah, juga mampu menyerap beras petani saat musim panen. Selama ini saat panen beras petani selalu dibawa keluar OKU Timur dengan harga murah. Akibatnya saat harga naik atau massa paceklik petani tidak menikmati kenaikan harga. Kehadiran perusahaan daerah pergudangan bukan untuk bersaing dengan Bulog, tapi bersama-sama menjaga kestabilan harga,” ucapnya.

Ketika ditanya kedua perusahaan Daerah yang didirikan tersebut akan dikelola oleh pemerintah atau tidak, secara tegas Kholid mengatakan bahwa PD Pasar dan PD Pergudangan akan dikelola secara profesional diluar pemerintahan. “Pastinya (dikelola) profesional, untuk siapa yang akan mengelola akan dilakut fit and proper test,” pungkasnya.