2019, Program Rastra akan Diganti BPNT

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Program Pemberian Beras Sejahtera (Rastra) pada 2019 mendatang akan diganti menjadi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program tersebut diberikan pemerintah pusat melalui Dinas Sosial yang diperuntukan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). BPNT yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik hanya dapat digunakan untuk membeli pangan kepada pedagang (E-Waroeng) yang telah bekerjasama dengan pihak bank. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial OKU Timur Juwariyah, SE, MM saat membuka kegiatan Bimtek agen penyaluran BPNT yang dilalsanakan di Aula Parai Puri Tani Hotel, Selasa (4/12/2018).

Lanjut kata Juwariyah, selama ini pembagian Rastra yang hampir terjadi diseluruh Indonesia mempunyai beberapa kelemahan diantaranya, distribusi tidak tepat waktu, masih ada pembagian yang tidak tepat sasaran atau penerima tidak terdaftar di KPM, serta jarak titik bagi ke KPM kadang kala sering dipungut ongkos oleh oknum. Dengan memperhatikan kelemahan ini maka pemerintah mencari solusi untuk melaksanakan program BPNT agar bisa lebih Efektif, Efisien, Tepat Waktu dan Tepat sasaran. Selain itu, melalui BPNT bisa memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi pangan, serta dapat mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGS).

“Tujuan pemerintah mengganti Rastra menjadi BNPT selain untuk mengurangi beban pengeluaran KPM dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan, juga sebagai salah satu langkah untuk memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KMP. Serta meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu saat penerimaan bantuan pangan bagi KPM,” katanya.

Lebih lanjut Juwariyah menjelaskan, beberapa manfaat dari program BPNT untuk KPM diantaranya meningkatkan ketahanan pangan KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggunalangan kemiskinan dan meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial. Selain itu, dapat meningkatkan transaksi non tunai dalam agenda Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi didaerah terutama usaha mikro yang sudah berpengalaman dalam usaha penjualan telur dan beras.

“Untuk sosialisasi program BPNT Dinsos melalui Bidang Penanggulangan Kemiskinan sudah melaksanakan road show di 20 kecamatan yang diikuti Camat, Kepala Desa/Kelurahan serta perangkatnya. Semoga pelaksanaan program BPNT ini nanti diharapkan dapat berjalan dengan baik dan dimengerti serta didukung semua pihak. Kita juga meminta kepada TKSK, Korkab, Korcam pendamping PKH, SLRT, Puskesos dan Sidatuk untuk menjelaskan kepada masyarakat apabila masih ada yang kurang mengerti tentang BPNT,” pungkasnya.