Lihat Potensi di Daerah, TP PKK Sumsel Lakukan Kuker

KABAROKUTIMUR.COM |OKU TIMUR – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatera Selatan melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke setiap daerah. Hal ini dilakukan untuk melihat semua produk-produk unggulan di setiap kabupaten/kota TP PKK Sumsel. Salah satunya songket Gunung Batu yang nanti bisa dijual ke gerai Dekranasda Sumsel. Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herrman Deru pada saat Kuker di Rumah Dinas Bupati OKU Timur.

Menurut Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru mengatakan, TP PKK provinsi berkunjung ke daerah-daerah untuk mencari unggulan di setiap daerah. Salah satunya songket Gunung Batu yang nanti bisa dijual ke gerai Dekranasda Sumsel yang ada di kawasan Kampus Palembang.

“Selama ini orang tahunya songket dan jumputan itu dari Palembang orang tidak tahu tentang songket Gunung Batu sehingga unggulan-unggulan daerah harus digali,” katanya.

Sementara, Farida (48) salah satu pengrajin songket Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, masih dihadapkan pada kendala pemasaran dan modal. Karena itu masyarakat pengrajin Songket Gunung Batu berharap ada perhatian dari pemerintah.

“Untuk satu lembar songket Gunung Batu jika dikerjakan secara terus menerus bisa diselesaikan dalam tempo 10 hari. Sedangkan untuk tingkat kerumitannya tergantung motif. Songket Gunung Batu memiliki motif diantaranya mawar roti, nampan merah, mawar, naga dan lainnya,” pungkasnya.

Untuk bahan bakunya lanjut kata dia, didapat dari Palembang, bahan baku berupa rungsen, benang mas, benang pakan. Untuk harga songket Gunung Batu tergantung motif. Sementara untuk kualitas songket Gunung Batu tidak kalah bagus dari songket daerah lain. Terbukti banyak penggemar songket yang mencari songket Gunung Batu.

“Harga dari Rp1 juta ada juga yang lebih. Sekarang songket dari Bumi Sebiduk Sehaluan, dijual ke Palembang,” ungkap Farida, pengrajin songket Gunung Batu sejak era 1980 an.

Dia juga menambahkan hingga kini belum ada bantuan modal dari pemerintah dan berharap ada bantuan modal dan pemasaran serta pembinaan dari pemerintah. Tujuannya agar songket dari daerah ini bisa lebih berkembang dan maju sehingga bisa diterima di pasar yang lebih luas.

“Namun untuk mengembangkannya memang tidak gampang karena butuh dukungan dari pemerintah. Kita sangat berharap ada bantuan modal dan pemasaran dari pemerintah, karena jika kami produksi banyak kami bingung akan menjualnya kemana,” harapnya.

Terpisah, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi pemerintah sudah melakukan pembinaan terus. Untuk produksi songket motifnya harus beragam jangan monoton sehingga lebih menarik lagi. Karena dengan motif yang bagus akan lebih menarik pasar.

“Untuk maju harus bermitra dengan pengusaha yang sudah lebih maju, pembinaan terus dilakukan oleh pemerintah,” tegasnya.