Janda Tua Miskin Tidak Dapat Bantuan

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Suguh menyayat hati di tengah ramainya penduduk desa Margomulyo Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur terselip salah satu janda tua miskin yang tinggal sebatang kara dan dan bertahan hidup diatas bantuan orang lain.

Mesinah (60) yang tinggal sebatang kara karena ditinggal suaminya meninggal, Giem meninggal saat anaknya masih dalam kandungan empat bulan, dirinya membesarkan anak seorang diri dan dirinyakan memutuskan tidak menikah lagi sampai sekarang.

Turiman anak satu satunya yang dibesarkan dengan kasih sayangnya kini sudah menikah dan menjadi seorang ayah dari ke tiga buah hati pernikahanya denagan Mujinah. Untuk memenuhi kebutuhan kelurganya Turiman bersama keluarga harus bertahan hidup di rantauan di desa Umbul Uok kecamatan Way Kanan kabupaten Lampung Utara, dan meninggalkan ibu tercinta sendiri di rumah.

Mesinah menceritakan, untung dirinya tinggal di lingkungan yang baik, tetangga kanan kirinya ini lah yang membatu dalam penerangan listrik dan kebutuhan ekonomi dirinya, ada yang memberi beras, minyak, gula dan kebutuhan lainya. Terkadang dirinya merasa malu tapi mau gimana lagi untuk bekerja saja sudah tidak mampu sekarang dia sudah pasrah dengan yang diatas.

“Dulu pada tahuan 2000 an saya pernah dapat bantuan uang tunai. Entah sekarang saya tidak mendapat bantuan lagi dari dinas Sosial ,dinas Kesehatan ataupun bantuan beras maupun PKH (Keluarga Harapan),” jelas dengan nada sedih.

Selain itu, perempuan tua yang tinggal sebatangkara menuturkan jika hujan lebat rumah yang berdiameter 6×4 meter ini mengalami kebocoran, sehingga membuat peralatan didalamnya basah.

“Dirinya mengaku memiliki penyakit tua seperti hanya gampang pusing dan mengakui bahwa dirinya sudah pikun, dirinya juga memiliki riwayat penyakit ambayen yang hingga saat ini belum mengalami pengobatan intensif,” tegasnya.

Sementara terpisah Samsi sebagai Data Pendataan Desa (DPD) di desa Margomulyo menegaskan bahwa warga bernama Mesinah bener-bener warga asli Margomulyo. Namun tidak memiliki identitas mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga Kartu Keluarga (KK) sehingga kecil harapan untuk menerima bantuan dari pemerintah, sedangkan syarat mendapat bantuan adanya identitas lengkap.

Apapun bentuk bantuan, pihak desa hanya menjalankan program dari pemerintah. Semua berkas dokumen sudah terseleksi dari dinas terkait mengenai siapa-siapa yang berhak menerima bantuan.

“Maka dari itu terkadang ada kecemburuan sosial mengenai yang mendapat bantuan dari pemerintah dan yang berhak mendapat namun tidak meneriman bantuan,” pungkasnya.