Hari Anti Korupsi Internasional, Berikut Ini Pesan Kajari OKU Timur…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Jajaran Kejaksaan Negeri OKU Timur melakukan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Peringatan yang diadakan dihalaman kantor Kejari OKU Timur dipimpin langsung oleh Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardanie SH Mhum, pada Senin (10/12/2018).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK, Dandim OKU, Danyon Armed 15/105 Tarik Martapura, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

Dalam sambutan Ismaya mengatakan, dengan momentum yang berharga ini sebagai saat yang baik dan tepat untuk melakukan komtemplasi, introspeksi dan evaluasi. Guna melakukan perbaikan dan penyempurnaan kualitas kinerja institusi dalam rangka menghadirkan penegakan hukum pemberantasan korupsi yang dapat memenuhi ekspetasi dan harapan besar publik yaitu terciptanya Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Momentum peringatan kali ini hendaknya mendorong dan menggelorakan semangat gerakan anti korupsi sebagai gerakan bangsa yang dilakukan secara bersamaan dan serentak institusi negara, civil society dan masyarakat luas sebagai upaya untuk membangun Indonesia yang bebas korupsi, maju, produktif, inovatif dan efisien,” katanya.

Selain itu, yang tidak kalah penting untuk dicermati adalah terkait dengan perkembangan hukum positif yang begitu dinamis ditandai dengan adanya perubahan dan pergeseran norma serta bertambahnya produk hukum baru yang dalam kenyataannya tidak tersistem secara baik dan benar sehingga belum bisa mengakomodasi, kearifan lokal, aspirasi kepakaran maupun aspirasi global yabg diakui oleh bangsa bangsa beradap di dunia.

“Penegakan hukum yang dilakukan secara sistematik, holistik, integratif sangat diperlukan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang mana kolaborasi, sinergi dan keterpaduan antara proses pencegahan dan penindakan sebagai bagian dari mata rantai yang tidak terpisahkan tidsk saling meniadakan dan saling melengkapi. Selain itu juga, dilakukan upaya untuk memperbaiki dan memastikan diterapkannya tata kelola pemerintahan¬† sehingga tindakan pejabat publik dan TP4D telah sesuai dengan ketentuan hukum positif,” ujarnya.

Lalu lanjut kata dia, penegakan hukum yang tegas tidak semata memberikan efek jera dengan memberikan hukuman pada pelaku saja. Melainkan juga mengoptimalisasikan upaya pengembalian dan penyelamatan keuangan negara yang hilang akibat korupsi.

“Mari kita sama-sama menyatukan arah tujuan untuk melangkah dengan pasti, dengan bergandengan tangan, meneguhkan tekad dan semangat membangun masa depan negeri yang bebas akan korupsi,” pesannya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, mengatakan untuk  potensi korupsi itu tetap ada untuk sengaja korupsi tidak ada, namun yang terbaik itu dilakukan pencegahan. Selain itu pihaknya sudah melakukan MoU antara Pemda, Kejaksaan dan Polri dalam rangka pencegahan korupsi.

“Bahkan juga sudah ada ada MoU antara dinas dan kejaksaan untuk pendampingan sebelum dilakukan pekerjaan maupun pengadaan barang.Pendampingan itu sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan,” ujarnya.