Beranda OKU TIMUR Waspada Penyakit Pink Eye Saat Musim Hujan

Waspada Penyakit Pink Eye Saat Musim Hujan

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Saat musim penghujan peternak kambing yang ada di Kabupaten OKU Timur dihimbau untuk waspada terhadap berbagai penyakit yang sering menyerang, salah satunya adalah pink eye. Pink eye merupakan penyakit yang bersifat meradang pada mata dan menular ke ternak lainnya yang menyerang kambinng lain yang ada di dalam kandang.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur H Sujarwanto melalui drh Irsadi didampingi drh Alex saat melakukan pengobatan kambing warga di Bukit Napuh Kelurahan Bukit Sari Martapura, penyakit pink eye dapat dengan cepat menular pada ternak lain apabila salah satu ternak kita telah terjangkit penyakit ini. Sesuai namanya pink eye mengakibatkan mata kambing berubah menjadi warna pink yang pada akhirnya akan menyebabkan kebutaan.

“Selain kebutaan penyakit pink eye pada kambing atau ternak lain bisa mengakibatkan kematian. Kambing yang buta akan mengalami penurunan berat badan. Selain tidak bisa makan kambing yang terserang pink eye nafsu makannya juga akan menurun hingga akhirnya kambing menjadi kurus dan mati,” katanya.

Lanjut kata dia, penyebab dari timbulnya pink eye, selain oleh virus dan bakteri, perubahan cuaca yang ekstrim juga terkadang sering menjadi penyebab terjadinya penyakit mata kambing ini. Saat musim penghujan kandang akan menjadi lembab dan becek akibat kencing kambing. Selain itu pink eye bisa menular ke kambing lain yang ada di dalam kandang.

“Oleh karena itu jika ada kambing baru, jangan langsung dimasukkan ke kandang bersama kambing lainnya. Kambing yang baru minimal 2 minggu harus di karantina sebelum dimasukkan ke dalam kandang bersama kambing lainnya. Kemudian jika sudah terserang penyakit pink eye, segera pisahkan kambing yang terserang agar tidak menular pada kambing lain,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah itu kambing harus diberikan anti biotik dan vitamin agar dapat menambah nafsu makan dan itu harus dilakukan. Kemudian diberi salep mata untuk mencegah kebutaan. “Peternak bisa juga segera menghubungi Dinas Perikanan dan Peternakan untuk dilakukan pengobatan,” jelasnya.

Sementara itu, mbah Podo peternak kambing mengaku, awalnya dari sembilan ekor kambing miliknya ada satu kambing yang mengalami sakit mata. Setelah itu dalam waktu yang tidak lama tujuh kambing lainnya ikut menular hingga ada kambing yang matanya tertutup. “Sekarang kambing yang sakit sudah diobati oleh petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan. Semoga saja kambing saya bisa cepat sembuh,” harapnya.