Beranda HUKUM DAN KRIMINAL Asmara Berujung Maut, Deni Habisin Pacar Mantan, Berikut Ini Kronologisnya

Asmara Berujung Maut, Deni Habisin Pacar Mantan, Berikut Ini Kronologisnya

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Misteri kematian Muhammad Mustakim (22) warga Desa Bungamayang, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, yang ditemukan oleh warga di sungai Komering, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura akhirnya terjawab. Jasad korban yang sudah membusuk tersebut masih menggunakan celana pendek warna hitam mengapung di aliran sungai Komering ditemukan oleh warga yang sedang beraktifitas di pinggir sungai.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan akhirnya polisi melakukan pengejaran terhadap Deni Saputra (20) warga yang sama yang diduga telah membunuh korban. Setelah melakukan pengintaian, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yang sedang bersantai di kediamannya Minggu (9/12/2018) lalu dan langsung membawanya ke Mapolres OKU Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK melalui Waka Polres OKU Timur Kompol God Parlasro Sinaga, SH SIK MH didampingi sejumlah perwira polres saat konferensi pers mengatakan, pelaku diketahui kesal dengan korban yang dinilainya menjadi penyebab dirinya putus dengan pacarnya yang sudah menjadi pacar korban. Tersangka Deni mengaku sudah menjalin hubungan dengan Risma selama tiga tahun, namun akhirnya tersangka dan Risma putus hingga akhirnya Risma menjalin hubungan dengan korban.

Lalu, pelaku yang mengetahui mantan pacarnya tersebut menjalin hubungan dengan korban mulai curiga dirinya putus dengan Risma karena korban. Setelah berlangsung beberapa lama pada hari Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 11.00 WIB siang, korban menghubungi pelaku dan mengajak bertemu di kebun karet dengan alasan untuk menyelesaikan masalah.

“Pelaku kemudian menemui korban di lokasi yang sudah dijanjikan. Korban melihat pelaku sudah dilokasi dan sedang duduk. Setelah membahas persoalan beberapa lama, keduanya akhirnya terlibat cekcok dan korban berusaha memukul pelaku menggunakan kayu,” katanya saat konferensi pers yang digelar di halaman Polres OKU Timur, Rabu (12/12/2018).

Kemudian, dirinya juga memberikan apresiasi kepada anggotanya yang telah berhasil mengungkap identitas korban, motif dan menangkap pelaku dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Menurut Kapolres, konflik antara korban yang pelaku dipicu oleh hubungan asmara. Pelaku menduga dirinya putus dengan Risma yang telah berhubungan lama disebabkan oleh korban.

“Korban menghubungi pelaku untuk menyelesaikan masalah. Namun justru bukannya diselesaikan dengan kepala dingin. Keduanya justru terlibat cekcok hingga akhirnya terjadi pembunuhan. Selepas itu, korban setelah ditinggalkan dilokasi dalam keadaan meninggal dunia diduga dibawa arus sungai Komering yang sedang pasang karena pertemuan antara pelaku dan korban tepat berada dipinggir aliran sungai Komering,” pungkasnya.

Sementara, Deni Saputra tersangka pembunuhan saat ditanyai wartawan mengatakan, ketika dirinya melihat korban akan memukul, tersangka kemudian menghindar dan langsung mendorong leher korban menggunakan tangan kanannya hingga terjatuh. Melihat korban terjatuh, pelaku kemudian langsung menaiki tubuh korban dan menginjak kedua tangannya sembari mencekik korban.

“Karena saya emosi dan tidak ingin celaka, kemudian saya cekik hingga korban tidak bernafas. Kemudian saya tinggalkan di kebun karet tersebut dan pulang,” kata pelaku ketika ditanyai.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.