Beranda Berita Warga Khawatir DBD Mulai Mewabah

Warga Khawatir DBD Mulai Mewabah

BAGIKAN
Eliasar (44), salah satu warga Desa Karang Sari Kecamatan Belitang III, yang merupakan pasien DBD saat dirawat di rumah sakit

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Dalam beberapa bulan terakhir kasus pasien terjangkit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten OKU Timur mulai nampak di sejumlah desa. Hal ini didapatkan dari data yang diperoleh Dinas Kesehatan OKU Timur. Pada bulan November hingga Desember 2018 sudah ada 6 pasien dengan kasus DBD yang dirawat di RSUD OKU Timur saja.

Menurut Eliasar (44), salah satu warga Desa Karang Sari Kecamatan Belitang III, yang merupakan pasien DBD, saat dihubungi salah satu wartawan melalui via telepon mengatakan, dirinya dan dua anggota keluarga lainnya positif terkena DBD dan sempat menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit swasta di Belitang OKU Timur selama tiga hari.

“Sebelumnya sempat dirawat dirumah selama beberapa hari sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit Charitas Gumawang. Dari hasil Laboratorium, kami bertiga positif dinyatakan DBD dan harus dirawat minggu lalu, sekarang sudah kembali kerumah,” katanya.

Selain dirinya dan keluarga, Eli juga mengatakan terdapat tiga orang lagi tetangga desanya dan tiga orang keluarga dari Desa lain yang juga sempat dirawat karena kasus yang sama. Hal ini membuat dirinya berserta warga sekitar khawatir akan mewabahnya DBD ini sehingga dirinya berharap agar dinas terkait melakukan tindakan pencegahan secepatnya.

“Kami warga Desa Karang Sari berharap ada penyemprotan (Fogging) menyeluruh agar virus tidak menyebar. Kemaren sempat di Fogging, tapi hanya sekitar rumah penderita saja. Warga harap seluruh desa, kami siap bantu ganti biaya bila perlu,” harapnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur H Zainal Abidin, melalui Kabid P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Umaidah Kosim S.Si, Apt, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya telah memberikan surat edaran kepada kepala Puskesmas untuk memantau dan melakukan pengendalian DBD di wilayahnya masing-masing.

“Terkait banyak laporan kasus DBD yang masuk, pada tanggal 11 Desember kemarin sudah kita instruksikan melalui edaran dari Dinkes. Selain itu juga ada instruksi langsung dari pak bupati kepada camat untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat agar peduli lingkungan dan DBD dengan gotong royong, giat 6 M plus pemberian obat abate,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan penyemprotan atau fogging, pihaknya telah melakukan secara bertahap dibeberapa desa. Namun, terkait radius penyemprotan hanya 200 meter disekitar area hunian penderita positif DBD saja, tidak secara menyeluruh dalam satu desa.

“Sabtu minggu lalu sudah dilaksanakan fooging di tiga desa yaitu, Karang Sari, Ringin Sari dan Nusa Jaya. Bertahap dan bergilir di wilayah yang disinyalir ada kasus DBD. Kita juga mengajukan tambahan alat fogging ke Provinsi untuk mendukung kegiatan ini. Terkait data penderita DBD, laporan yang masuk baru dari RSUD OKU Timur di Belitang, untuk RSUD Martapura dan lainnya belum masuk,” pungkasnya.