Rutan Martapura Klasifikasi Terkait Isu di Medsos

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Media sosial (Medsos) dihebohkan dengan adanya isu yang beredar. Ini terjadi lantaran salah satu akun medsos menyatakan terdapat biaya untuk mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB) sebesar Rp 20 juta per napi. Hal tersebut dibantah oleh pihak Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Martapura Kabupaten OKU Timur akan adanya isu yang unggah oknum tidak bertanggungjawab terhadap adanya biaya untuk pengajuan PB bagi narapidana.

Menurut Kepala Cabang Rutan Martapura, Royhan Al Faisal SH MH, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Oktomi BH, mengatakan, adanya akun Facebook bernama Singo Lawe, yang menyatakan bahwa tarif untuk pengajuan PB napi di Rutan Cabang Martapura sebesar Rp 20 juta jelas tidak benar atau hoax. Apalagi warga binaan yang disebutkan bernama Heriyanto alias Gedon merasa tidak pernah mengeluarkan atau diminta biaya yang dimaksud.

“Heriyanto alias Gendon memang mengajukan PB bersama 13 rekannya karena mereka telah memenuhi persyaratan diantaranya telah menjalani dua per tiga masa tahanan dan dalam proses pengajuan PB. Heriyanto maupun rekannya yang lain mengaku tidak ada mengeluarkan biaya seperti yang disebutkan di akun Facebook tersebut,” katanya saat dibincangi awak media.

Jika dilihat dari persyaratan, lanjut kata Oktomi, Gendon sudah bisa mengajukan PB karena sudah dua pertiga dari masa tahanan yang dijalani. Begitu juga dengan syarat Subtantif lain dengan mengikuti seluruh kegiatan pembinaan serta berlakukan baik selama menjalani pembinaan juga sudah terpenuhi.

“Setiap PB diajukan kepada  Dirjen Permasyaratan (PAS) Kemenkumham. Jadi Tidak benar isu yang berkembang di Medsos yang mengatakan ada pungutan Rp 20 juta. Bahkan Heriyanto sudah membuat surat pernyataan bermaterai 6000 pada 23 Desember 2018 bahwa dirinya tidak ada diminta biaya tersebut,” jelas Oktomi yang didampingi langsung Heriyanto.

Sementara, Heriyanto alias Gendon (38), warga Desa Tridadi, Kecamatan Madang Suku I, OKU Timur, yang ditahan akibat kasus narkoba mengaku, dirinya tidak kenal dengan akun maupun orang yang mengaku sebagai pamannya mengunggah isu tersebut. Dirinya juga membantah jika sudah memberikan uang kepada pihak Rutan dalam pengajuan PB.

“Saya tidak kenal dan tidak tahu siapa itu Singo Lawe yang membuat status di FB dan menyebut nama saya diminta uang Rp 20 juta. Jujur pak saya benar-benar tidak kenal dan tidak ada diminta uang apapun untuk mengajukan PB,” ungkapnya.