Satpam Merupakan Mitra Polri Dalam Upaya Pemeliharaan Kamtibmas

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Satuan Pengamanan (Satpam) memiliki peran strategis, baik dalam upaya pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif sebagai salah satu perhatian pemerintah guna memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Satuan Pengamanan, yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan di Mapolres OKU Timur, Minggu (30/12/2018).

Menurut HM Kholid MD, momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satpam, guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang. Jaminan keamanan pada lingkungan badan usaha dan sektor industri, akan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap negara yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi iklim berinvestasi di Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas, dituntut semakin profesional. Dalam implementasinya, personel Satuan Pengamanan harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan pencegahan dengan tepat, serta melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipasi. Dengan demikian, eksistensi Satpam dapat semakin memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keamanan di lingkungan tugasnya masing-masing,” katanya.

Untuk mewujudkan postur Satpam yang semakin unggul dan profesional, lanjut kata Bupati, maka diperlukan sistem manajemen sumber daya manusia yang optimal, di antaranya proses perekrutan yang selektif. Serta peningkatan kapasitas yang berkualitas, baik pada kualifikasi Gada Pratama, Gada Madya, maupun Gada Utama.

“Upaya ini membutuhkan kerja sama sinergis dan simultan dari segenap pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang industrial security,” pungkasnya.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan kepada seluruh personel Satpam untuk dipedomani dan dilaksanakan, Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia. Kedua, jaga kehormatan pribadi dengan berpegang teguh pada kode etik dan profesi Satuan Pengamanan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi setiap potensi gangguan dan kerawanan pada lingkungan kerja, sehingga dapat segera diantisipasi dengan optimal.

“Keempat, senantiasa tingkatkan kompetensi diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas. Kelima, bangun komunikasi positif dengan seluruh komponen masyarakat, serta tingkatkan kerja sama sinergis dengan jajaran Polri dan seluruh  stakeholders lainnya dalam memelihara stabilitas keamanan di lingkungan kerja,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK mengatakan, perlu diketahui bahwa dinamika lingkungan strategis pada tataran global dan regional senantiasa memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan kemudahan distribusi informasi sebagai ciri dari globalisasi, merupakan potensi besar bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Namun di sisi lain, fenomena ini justru melahirkan berbagai potensi gangguan dan kejahatan berdimensi baru, yang berimplikasi terhadap kompleksitas tugas dan tanggung jawab institusi Polri,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bangsa Indonesia tengah menyambut agenda Pemilu tahun 2019, sebagai wujud dari pesta demokrasi. Jika ditinjau dari perspektif keamanan, agenda tersebut memiliki karakteristik potensi kerawanan yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019.

“Kondisi tersebut memunculkan beberapa potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik dalam tahap kampanye, pemungutan, penghitungan, maupun rekapitulasi suara, di antaranya potensi pemanfaatan isu SARA dan politik identitas, serta penyebaran hoax dan hatespeech yang berpotensi terhadap timbulnya konflik sosial. Dalam menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk Satuan Pengamanan sebagai profesi yang luhur dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya,” jelasnya.