Pedagang Keluhkan Pungli Bermodus Retribusi

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Pedagang kaki lima yang sering berjualan disekitar Taman Tani Merdeka (TTM) mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) yang berkedok karcis retribusi sampah rumah tangga dilingkungan hidup. Oknum tersebut menggunakan modus dengan mengatasnamakan salah satu Dinas yang ada dilingkungan Pemkab OKU Timur.

“Kita sudah empat tahun berjualan disekitar sini tidak pernah diminta uang kebersihan maupun retribusi. Namun pada Selasa sore (8/1/2019) ada satu orang oknum yang memintai uang sebesar Rp 3000 untuk uang kebersihan sampah dan memberikan karcis yang tidak ada tanda tangan dan cap dari dinas bersangkutan,” ungkap salah satu pedagang yang namanya enggan disebut.

Lalu lanjut kata dia, meskipun awalnya dirinya bersama pedagang lain belum tau kebenaran adanya tentang penguatan tersebut, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun karena oknum tersebut mengatasnamakan nama dinas terpaksa pedagang memberikan uang retribusi kepada oknum yang menagih.

“Memang uangnya tidak banyak tapi kalau dikalikan jumlah pedagang hasilnya cukup lumayan. Kita minta terhadap dinas terkait jika memang adanya pungutan retribusi mohon untuk disosialisasikan terlebih dahulu. Namun jika tidak ada pungutan mohon untuk ditindak oknum yang melakukan pungli ini,” harap pedagang.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) OKU Timur Suyanto SE ketika dikonfirmasi pada Rabu (9/1/2019) mengaku, pihaknya tidak melakukan pemungutan retribusi secara langsung ke lapangan. Pungutan retribusi dilakukan oleh masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Jadi retribusi itu bukan dari BPPRD melainkan dari masing-masing OPD,” ujarnya.

Kemudian ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Timur Nur Subagio, ST ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya memang mulai melakukan pungutan retribusi untuk pedagang yang berpotensi menghasilkan sampah. Akan tetapi untuk pedagang kaki lima di Taman Tani Merdeka (TTM) Martapura belum dilakukan retribusi.

“Tahun 2019 ini memang kita ditarget peningkatan PAD melalui retribusi. Memang pedagang di TTM dikenakan retribusi untuk pedagang yang permanen, bukan pedagang kaki lima atau yang pakai gerobak. Karena untuk pedagang kaki lima kita masih lakukan pendataan,” ungkapnya.