Empat Tahun Buron Pembobol Rumah Ini Didor

Foto : pelaku Solikhin (35) setelah mendapatkan perawatan setelah dihajar timah panas karena hendak melarikan diri

KABAROKUTIMUR.COM, OKU Timur – Solikhin (35) warga Desa Burnai Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur yang merupakan buronan berhasil diringkus Jajaran Polres OKU Timur. Pelaku merupakan satu dari Empat pelaku pembobolan rumah di desa Nirwana, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur sekitar empat tahun lalu.

Pelaku berhasil ditangkap sekitar pukul 00.30 Ahad (20/1/2019), di kediamannya desa Burnai Kecamatan Semendawai Suku III ketika sedang beristirahat. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku karena berusaha melarikan diri dan memberikan perlawanan ketika akan ditangkap.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, perampokan yang dilakukan pelaku terjadi pada Kamis (9/10/2014) sekitar empat tahun lalu di rumah Saiman (42) Warga Desa Semendawai Timur sekitar pukul 00.30 dinihari. Pelaku Solikhin beraksi bersama tiga rekannya melakukan pembobolan rumah korban dengan cara merusak pintu samping dengan menggunakan kayu bulat sepanjang 3.5 Meter.

Seusai berhasil membuka pintu tersangka dan ketiga rekannya kemudian masuk kedalam rumah, namun korban yang mendengar suara mencurigakan kemudian memergoki para pelaku. Melihat korban keluar, para pelaku kemudian mengancam korban dengan parang. Merasa terancam, korban hanya pasrah ketika dimasukkan pelaku kedalam kamar dan diikat dengan cara tubuh diterngkurapkan.

Selepas itu korban disandera, pelaku kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik korban antara lain satu unit sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna warna silver abu-abu dengan nomor polisi BG 3122 KY, satu unit sepeda Motor jenis honda Blade warna orange BG 2718 WT, kalung emas seberat satu suku, anting anting emas seberat 1,5 gram dan uang sebanyak Rp. 21 Ribu hingga korban mengalami kerugian sekitar Rp. 25 Juta.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui kasubag Humas Iptu Yuli, Senin (21/1/2019), saat dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapat laporan dari korban beberapa waktu yang lalu, polisi kemudian berusaha mengejar pelaku, namun pelaku melarikan diri hingga akhirnya empat tahun kemudian pihaknya mendapat informasi bahwa salah satu pelaku berada di rumahnya. Kemudian melakukan pengepungan dan penangkapan pelaku yang sudah dikejar sejak empat tahun lalu.

“Ketika akan ditangkap pelaku mencoba melarikan diri dengan terlebih dahulu berusaha memberikan perlawanan. Anggota kita terpaksa memberikan tembakan setelah sebelumnya diberikan tembakan peringatan,” katanya.

Saat ini kata Kapolres, polisi masih melakukan pengembangan untuk menangkap ketiga rekannya yang masih buron. Selain itu, polisi juga melakukan pengembangan kemungkinan ada adanya lokasi lain tempat pelaku beraksi.