Pilkades Serentak, Masih Ada Satu Desa Belum Laporkan Hasil

Foto : ilustrasi

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Dikarenakan belum selesainya proses administrasi dan adanya tuntutan dari masyarakat agar diadakannya pemilihan ulang terkait isu politik, dari 48 desa yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang digelar pada tanggal 24 Januari 2019 kemarin, terdapat satu desa lagi yang belum menyampaikan hasil laporan perolehan sementara.

“Secara keseluruhan, tidak ada kendala. Namun dari total 48 desa yang melaksanakan Pilkades serentak, hanya tinggal satu desa saja yang belum menyampaikan laporan, yaitu Desa Sukaraja Tuha, Kecamatan Buay Madang,” Jelas Kabag Tata Pemerintahan Setda OKU Timur Yuli Akman, Senin (28/1/2019) diruang kerjanya.

Selain Desa Sukaraja Tuha, lanjut Yuli Akman, terdapat dua desa lainnya yang juga menyampaikan ketidakpuasan atas hasil Pilkades tersebut. Dua desa tersebut yaitu Desa Pulau Negara Kecamatan BP Peliung yang banyaknya surat suara yang dianggap tidak sah oleh salah satu saksi dan Desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur yang diduga ada penggelembungan suara sebanyak 20 suara.

“Intinya silahkan saja kalau mau menyampaikan ketidakpuasan. Namun harus disertai bukti, bukan hanya isu semata. Akan dibentuk tim untuk mendalami laporan. Bila ditemukan bisa dilakukan tindakan sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) Pulau Negara dengan nomor urut 3 Santonilisa, dengan didampingi Ketua panitia pelaksana M Tomo, yang mengadukan perihal pilkades ini ke Pemkab OKU Timur mengatakan, pihaknya tidak menerima hasil/tata cara perhitungan yang dilakukan. Sebab surat suara yang di anggap tidak sah melebihi hasil suara dari salah satu Cakades. Selain itu menurutnya, sebanyak 276 surat suara yang di anggap tidak sah pada saat penghitungan di TPS menurut pihaknya sah.

“Yang betul-betul tidak sah itu menurut kami ada 5 surat suara yang tidak sah, yang di coblos 2 nomor Cakades. Selebihnya surat suara yang di katakan tidak sah itu kebanyakan lipatan kertas surat suara ikut tercoblos. Ini menurut kami buka tidak sah, tapi ketidaksengajaan warga yang mencoblos, sebab surat suara ini tidak terbuka benar, masih dalam lipatan namun sudah di coblos,” katanya.