Merasa Dicurangi, Pendamping Cakades dan Warga Sambangin Pemkab OKU Timur

Foto : Salah satu pendamping Calon Kepala Desa Sariguna saat mendatangi Pemerintah Kabupaten bagian tata pemerintahan.

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten OKU Timur yang sempat Kisruh ternyata masih terus berlanjut. Hal ini terlihat saat beberapa orang pendamping dari salah satu calon Kades dari Desa Sariguna, Kecamatan Belitang Mulya OKU Timur mendatangi Bagian Tata Pemerintahan. Kedatangan pendamping serta para warga untuk menyampaikan ketidakpuasan atas hasil Pilkades di Desa mereka, Selasa (29/1/2019).

Menurut Wahyu Hidayat selaku pendamping calon Kades Sariguna dengan nomor urut 2, bersama beberapa warga Desa Sariguna saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, bahwa pihaknya merasa dirugikan atas hasil Pilkades dengan menggunakan sistem e-Voting tersebut.

“Kami dari pihak calon nomor urut dua merasa dicurangi, karena alat yang digunakan saat pemilihan beberapa kali ditemukan bermasalah,” katanya.

Lalu lanjut kata Wahyu, dari dua calon kepala desa yang mengikuti kompetisi, saat warga yang melakukan pemilihan, saat pertama menekan tombol atau mengklik, calon nomor urut 2 tidak tampil di layar. Setelah tiga kali klik, baru gambar tersebut tampil, namun tidak jelas. Tidak sampai disitu saja, setelah gambar calon tampil, tidak ditemukan tombol entry atau OK/YA dibawah gambar calon nomor urut 2, namun justru muncul di bawah calon nomor urut 1.

“Dengan kejadian atau masalah di alat yang terjadi saat Pilkades ini dan kami dapati kondisi seperti itu dilapangan, tentunya kami merasa dicurangi oleh sistem. Seolah-olah ada penggiringan suara ke salah satu calon, itu yang saat ini kami gugat,” tegasnya.

Selain itu diri2juga menambahkan, pelaksanaan Pilkades di Desa Sariguna berbeda dengan sosialisasi yang dilakukan pihak panitia. Saat sosialisasi, mereka menilai pelaksanaan sosialisasi berjalan benar sesuai prosedur, namun pada pelaksanaan tidak sama. Indikasi kecurangan selanjutnya, print Out setelah proses pemilihan selesai didapati beberapa tidak keluar dan ditulis manual memakai pena oleh pihak panitia.

“Kami tidak terima suara kami dimanipulasi, walaupun hanya satu suara, dimana menurut prediksi kami jumlah suara yang bisa kami raih dari keluarga besar saja bisa mencapai 170, belum termasuk simpatisan dan tetangga. Untuk hasil sementara, nomor urut 1 meraih 407 suara dan Nomor 2 meraih 137 suara. Jauh dibawah prediksi kami. Intinya kami menuntut pemilihan ulang, namun dengan sistem manual saja,” pungkasnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD menyampaikan tetap menerima pengaduan dari masyarakat, namun proses administrasi tetap berjalan. “Semuanya tetap berjalan, baik proses administrasi maupun pengaduan. Dalam waktu 30 hari, tetap akan dilantik. Namun, bila ditemukan bisa diproses sesuai aturan dan hukum. Secara persentase Pilkades ini berhasil, karena aduan hanya tiga dari 48 desa,” ucapnya.