Beranda OKU TIMUR Pembangunan Jembatan Cakunes, Permudah Warga Tiga Desa Mengangkut Hasil Bumi

Pembangunan Jembatan Cakunes, Permudah Warga Tiga Desa Mengangkut Hasil Bumi

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Selesainya pembangunan jembatan penghubung tiga desa ke jalan utama dengan melewati aliran sungai Komering, membuat masyarakat tiga desa di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur sejak beberapa bulan terakhir tidak kesulitan lagi untuk mengangkut hasil bumi dan berkoordinasi dengan masyarakat lain.

Setelah diresmikan Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM didampingi Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi pada peringatan HUT OKU Timur beberapa hari lalu, jembatan penghubung tiga desa di Kecamatan Cempaka mulai difungsikan. Bahkan jembatan yang menghubungkan Desa Campang Tiga Ilir, Desa Kuripan dan Desa Negeri Sakti atau disebut Jembatan Cakunes tersebut, sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan dan melakukan aktivitas dan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Pembangunan jembatan sendiri dibangun menggunakan dana gabungan dari tiga desa (Dana Desa) tersebut dilakukan selama tiga tahun anggaran yang dimulai pada tahun 2016 dan selesai di tahun 2018. Dengan selesainya Pembangunan jembatan sepanjang 190 meter dengan lebar 2,10 meter tersebut, semakin memudahkan masyarakat dan mampu meningkatkan akses perekonomian masyarakat sekitar.

Selama ini, warga tiga desa tersebut setiap akan keluar desa harus menyeberangi sungai Komering menggunakan perahu atau rakit. Namun dengan adanya dana desa, masyarakat tiga desa itu menggabungkan dana desa dan membangun jembatan penghubung dengan ruas jalan utama memotong sungai Komering.

Menurut Camat Cempaka Oskarida saat diwawancarai wartawan mengatakan, masyarakat di tiga desa, sangat berterimakasih sekali dengan beroperasinya jembatan yang terbentang diatas aliran sungai Komering tersebut. Sebab selama ini masyarakat sudah lama mendambakan dibangunnya jembatan secara permanen tersebut.

“Dengan adanya jembatan tersebut, mempermudah akses keluar masuk masyarakat dan aktivitas serta mempermudah hasil pertanian dari dua desa keluar. Dengan dibangunnya jembatan ini masyarakat berjanji akan memanfaatkanya dengan baik dan juga memelihara jembatan  agar bisa terpakai dalam waktu yang lama,” katanya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi saat meninjau jembatan Cakunes (Campang Tiga Ilir, Kuripan, Negeri Sakti) mengatakan, masyarakat di tiga desa tersebut sejak puluhan tahun lalu sangat mendambakan adanya jembatan sehingga dapat memudahkan mereka untuk membawa hasil bumi dan menyeberangi aliran sungai Komering. Sebelum diresmikan kata dia, masyarakat berjanji akan menjaga aset desa yang dibangun selama tiga tahun tersebut dan akan menjadi jembatan kebanggaan masyarakat yang menjadi idaman sejak puluhan tahun lalu.

“Fungsi dan manfaat jembatan tersebut sangat dirasakan masyarakat. Pembangunan jembatan yang menggunakan gabungan dana desa tersebut bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya yang bisa memanfaatkan dana desa dengan maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Lalu lanjut kata Bupati, jembatan  Cakunes yang sudah selesai dibangun sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat di tiga desa dan sekitarnya. Karena jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan dana desa dari tiga desa, hal ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di OKU Timur.

“Nantinya jembatan itu mempermudah mengeluarkan hasil bumi dari desa itu yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena membangun jembatan dengan menggunakan dana tiga desa bukan  hal yang mudah, karena musyawarahnya perlu proses yang lama, dan kesadaran sama-sama antar desa. Dan ini bisa dilakukan masyarakat hingga selesai dibangun,” pungkasnya.

Oleh karena itu, jembatan Cakunes terang Kholid akan menjadi jembatan satu-satunya yang terbentang di aliran sungai Komering dengan menggunakan dana desa, dan patut menjadi acuan dan contoh untuk desa lain dalam hal membangun kepentingan bersama antara desa.

“Sangat bangga karena pembangunannya tanpa menggunakan dana APBD bisa selesai. jembatan tersebut merupakan satu-satunya jembatan yang terbentang di Sungai Komering dengan menggunakan dana desa yang patut menjadi acuan dan contoh bagi desa lainnya dalam hal membangun kepentingan bersama antara desa,” ungkapnya bangga.