Beranda OKU TIMUR Pendamping Desa Adakan Rakor Guna Meningkatkan Pembangunan Desa

Pendamping Desa Adakan Rakor Guna Meningkatkan Pembangunan Desa

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Untuk memantau progres pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan hasil evaluasi atas supervisi serta monitoring, pendamping desa melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas bidang. Selain penyampaian hasil evaluasi diadakan Fokus Grup Diskusi untuk rencana kegiatan lintas bidang serta menyusun rencana kerja tindak lanjut.

Peserta Rakor meliputi Tenaga Ahli kabupaten, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) OKU Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura, Rabu (30/1/2019).

Menurut Dedy Dharma Riza selaku koordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) mengatakan, dalam rakor tersebut terdapat beberapa agenda yang pertama rencana aksi advokasi percepatan penyelesaian dokumen perencanaan desa tahun anggaran 2019. Kedua rencana advokasi penyelesaian laporan keuangan BUMDes.

“Ketiga evaluasi progres fisik tahun anggaran 2018 dan RKTL 2019. Sedangkan untuk agenda yang terakhir melakukan FGD kegiatan Pos Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan kegiatan Perlindungan Anak Basis Masyarakat. Hasil pembahasan ini menjadi bagian dari langkah atau rencana kerja,” katanya.

Selain pembahasan tentang rakor, lanjut kata dia, terdapat pemaparan yang disampaikan oleh narasumber dari dinas terkait. Untuk pemaparan sosialiasi kegiatan lintas bidang dalam rangka pengentasan kemiskinan dilakukan oleh BEPPEDA OKU Timur. “Sedangkan Dinas sosial melakukan pemaparan terkait program pos pelayanan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Lalu dirinya juga berharap, melalui rapat ini dapat meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan program-program secara kuantitatif dan kualitatif, sehingga perlu dilakukan peningkatan koordinasi lebih intensif lintas sektoral secara komprehensif serta multidimensional.

“Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan program secara transparan dan akuntabel dan berperan aktif dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan memfasilitasi inovasi-inovasi yang ada di desa,” pungkasnya.