Penderita DBD Meningkat, Perlu Pencegahan yang Intensif

Foto : salah satu warga yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSUD OKU Timur.

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Untuk wilayah Kabupaten OKU Timur pasien yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat. Dari data yang dihimpun dari RSUD OKU Timur menerangkan, pada bulan Januari 2019 terjadi peningkatan dari bulan sebelumnya.

“Bulan Januari ini pasien DBD yang dirawat di RSUD OKU Timur sebanyak 23 pasien. Terjadi peningkatan sebanyak 5 pasien dari bulan Desember 2018 yang berjumlah 18 pasien,” kata dr. Sugihartono, Direktur RSUD OKU Timur, kepada awak media melalui telepon.

Sejauh ini, lanjut kata dia, dari semua pasien yang dirawat, tidak ditemukan pasien yang meninggal dan yang dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih besar. “Sejauh ini pasien yang dirawat masih bisa kita rawat dan belum ada yang sampai serius,” ujarnya.

Data yang diperoleh ini baru data dari satu rumah sakit saja, lain halnya dengan informasi dihimpun dilapangan, banyak warga yang mengeluhkan banyaknya masyarakat di lingkungan mereka yang terkena DBD dan dirawat di berbagai rumah sakit yang berbeda. Sehingga lambatnya penanganan Dinas terkait, menjadi perhatian serius masyarakat.

“Anak murid saya juga ada kak, saat ini dirawat juga di RSUD Tulus Ayu. Awalnya panas demam tinggi kak pas di sekolah, itu sudah di rawat dari hari Kamis minggu kemarin di klinik dan Minggu malam demam tinggi lagi dan di rujuk ke RSUD Senin pagi. Kondisinya sesak dadanya trus di oksigen, BAB nya merah, pipisnya merah dan dari mulut juga merah,” ujar Nuril, salah seorang warga OKU Timur yang juga seorang guru SMA ini.

Selain itu, dirinya berharap, pihak terkait khususnya Dinas Kesehatan agar cepat merespons kondisi ini. Karena bila tidak segera ditanggapi, kasus DBD ini akan terus meningkat dan membahayakan. “Saya meminta agar segera dilakukan fooging secara menyeluruh serta tindakan pencegahan lainnya yang dapat membantu mengurangi tingkat pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti di wilayah yang ditemukan kasus DBD,” harapnya.

Sementara, Plt Kadinkes OKU Timur Zainal Abidin saat dikonfirmasi mengenai mewabahnya DBD ini mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan, salah satunya dengan fooging dan pemberian bubuk abate kepada masyarakat. Fogging ini merupakan beberapa bagian dari pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

“Selain fogging dan pemberian bubuk abate ada cara yang sangat efektif yaitu tindakan dari masyarakat itu sendiri dalam menjaga kebersihan dengan cara Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS ). Fogging ini merupakan beberapa bagian dari tindakan pembasmian yang dilakukan dari pihak kami,” pungkasnya.