Pelaku Pembunuhan Anggota TNI Menyerahkan Diri

KABAROKUTIMUR.COM, OKUTIMUR Pelaku pengeroyokan dan penusukan Kopda Zeni, Anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD) di Martapura, OKU Timur, menyerahkan diri ke Polda Sumsel, Jumat (1/2/2019).

Marlin, diserahkan oleh pihak keluarga usai kabur selama 4 Hari. Pelaku diperiksa di ruang Univ IV Subdit III Reskrimum Polda Sumsel.

Kapolres Oku Timur, AKBP Erlin Tangjaya membenarkan penyerahan pelaku ke Polda Sumsel.

“Ya, Infonya memang sudah menyerahkan diri ke Polda Sumsel sore ini,” ungkap Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, Kopda ZE, Anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD), menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di Martapura, Sumatera Selatan.

Pengeroyakan tersebut dilakukan oleh lima orang warga saat korban tengah menghadiri hajatan keluarga.

Dia dikeroyok di atas panggung dan ditikam sebanyak 5 lubang yakni satu luka tusuk di dada, 3 luka tusuk di kepala, dan 1 luka di lengan kanan.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan membenarkan kejadian yang menimpa anggota TNI AD.

Menurutnya korban ditikam saat menghadiri hajatan keluarga.

“Benar ada anggota TNI AD yang dikeroyok di Martapura tetapi korban bukan merupakan anggota Kodam II/Sriwijaya melainkan anggota anggota Kodiklatad.”

“Korban ke Martapura untuk menghadiri undangan hajatan keluarga yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat korban berada di lokasi datang 5 pelaku mengeroyok korban dan satu pelaku menikam korban,” jelas Kapendam II Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan, Selasa (29/1/2018).

Dikatakan Djohan Darmawan, untuk motif pengeroyokan belum diketahui secara pasti.

Namun, untuk identitas pelaku pengeroyokan dan penikaman sudah dikantongi oleh pihak kepolisian dan masih dalam pengejaran.

“Untuk pelaku indentitas sudah diketahui dan kini masih dalam pengejaran anggota Polres dan Denpom. Untuk motif masih didalami,” ungkapnya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Erlintang Jaya saat ini dikonfirmasi juga membenarkan adanya pengeroyokan anggota TNI AD di Martapura.

Saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan sudah melakukan pengejaran.

“Intinya pihak kepolisian membenarkan ada kejadian yang menyebabkan anggota tersebut meninggal dan pelaku sudah kami ketahui dan dalam pengejaran pihak kepolisian. Sabar mudah-mudahan bisa segera tertangkap pelaku dan bisa kita proses,” ungkapnya.