Ribuan Ton Beras Membusuk di Gudang Bulog

KABAROKUTIMUR.COM, OKUTIMUR – Ribuan Ton beras tidak layak konsumsi dibiarkan begitu saja di gudang Bulog OKU yang ada di Kabupaten OKU Timur. Sedikitnya 6000 Ton beras Bulog yang semestinya disalurkan kepada masyarakat miskin terpendam dan membusuk di gudang Bulog tersebut.

Beras Bulog yang dibeli menggunakan uang negara beberapa tahun lalu tersebut saat ini dibiarkan menumpuk dengan kualitas yang sudah menurun dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Kepala Cabang Bulog Divre III OKU Deni Laksana Putra menjelaskan bahwa 6000 ton beras yang saat ini ada di beberapa gudang di OKU Timur sudah ada sejak pertamakali dirinya menjabat sebagai kepala Bulog. Ribuan ton beras tersebut berdasarkan instruksi pusat agar tidak didistribusikan karena mengalami penurunan mutu dan tidak layak untuk disalurkan.

Bahkan Deni mengaku keberadaan beras tersebut sangat menganggu karena dinilai dapat mempengaruhi kondisi beras lain yang ada di gudang tersebut. Bahkan dirinya berjanji kedepan akan memperbaiki sistim kerjasama pengadaan beras Bulog dengan cara bekerjasama langsung dengan petani dengan HPP sebesar Rp. 7.300 Per kilogram.

“Kriteria pengadaan beras harus sesuai SOP dengan kadar air sebesar 14 persen, broken sebesar 20 persen, dan menir sebesar 2 persen. Terlebih dahulu nanti akan dianalisa oleh petugas pemeriksa kualitas,” katanya.

Sedangkan untuk pengadaan tahun 2019 kata dia, belum dilaksanakan pengadaan dan terlebih dahulu akan memanggil mitra kerja untuk mengetahui apa yang diinginkan mitra kerja.

Sedangkan beras yang saat ini membusuk di gudang menurut juru timbang gudang yang ada di Desa Karangsari, Kecamatan Belitang III Jon Markoni, merupakan pengadaan tahun 2015, 2017 dan 2018.