Sungai Macak Meluap, Puluhan Unit Rumah dan Puluhan Ha Sawah Terendam

KABAROKUTIMUR.COM, OKUTIMUR – Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya aliran sungai Macak hingga menggenangi pemukiman warga. Puluhan rumah warga sempat terendam banjir hingga kedalaman 20 Centimeter lebih. Kendati air yang meluap tidak berlangsung hingga berhari-hari. Namun warga masih khawatir terhadap kondisi tanaman padi mereka.

“Saat ini air sudah berangsur surut dan warga bisa kembali beraktivitas didalam rumah. Namun warga masih khawatir dengan adanya banjir susulan yang bisa jadi lebih besar dari saat ini,” ungkap Mahdi Kades Tamanharjo, Kecamatan Semendawai Suku III Selasa (12/2/2019).

Menurut Mahdi, saat ini warga masih waspada setiap kali akan turun hujan mengingat aliran sungai Macak masih pasang sehingga warga khawatir jika hujan terjadi maka dapat kembali menimbulkan banjir. Warga trauma tahun lalu luapan air terjadi dua kali yakni pada pertengahan tahun dan akhir tahun yang disebabkan oleh luapan sungai Macak.

“Tingginya curah hujan menyebabkan aktifitas perekonomian warga terhenti karena luapan air menggenangi rumah, sawah dan perkebunan warga sehingga warga tidak bisa beraktifitas seperti biasanya,” katanya.

Menurutnya, banjir yang terjadi setiap tahun penyebabnya adalah meluapnya aliran sungai Macak akibat curah hujan yang lebat dan lama. Ditambah lagi dengan kiriman air dari hulu sungai yang menyebabkan luapanya semakin tinggi dan menggenangi pemukiman, persawahan dan perkebunan warga.

“Hujan deras hanya satu hari mengguyur kita sudah kebanjiran. Ini karena aliran sungai tidak mengalir dengan lancar. Sehingga air hujan meluap ke dataran yang lebih rendah dan menggenai perumahan penduduk,” ungkapnya.

Sementara Camat Semendawai Suku III Junaidi saat melakukan pemantauan ke titik lokasi banjir membenarkan adanya luapan sungai tersebut. Namun saat ini kata dia, air sudah mulai surut dan warga sudah bisa kembali beraktifitas didalam rumah. Bahkan dia mengaku sudah menggimbau masyarakat untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi jika luapan air kembali terjadi karena di khawatirkan akan menimbulkan bencana.

Sementara UPT Dinas Pertanian Sulinah mengatakan, terdapat 50 hektar lebih sawah yang terendam banjir, namun belum bisa dikatakan fuso, karena air terus surut.

“Sudah dua hari sawah terendam banjir, kita juga belum tau apakah sawah mengalami fuso atau tidak. Namun kita terus melakukan pemantauan,” jelasnya.