Beranda OKU TIMUR Dinkes Bersama Masyarakat Gotong-royong Berantas DBD

Dinkes Bersama Masyarakat Gotong-royong Berantas DBD

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Memasuki awal tahun khususnya pada musim penghujan biasanya banyak terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Apalagi setiap tahunnya, kasus DBD di wilayah Kabupaten OKU Timur cenderung meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan OKU Timur pada tahun 2019 ini tercatat ada 32 kasus positif DBD. Namun semuanya sudah ditangani dan dirawat di Rumah Sakit. Selain Aksi gotong royong serentak, Dinkes juga melakukan fogging dan memberikan serbuk abate secara gratis kepada masyarakat.

Menurut Kepala Dinkes OKU Timur, Zainal Abidin mengatakan untuk menekan kasus DBD, peran serta masyarakat sangat diperlukan. Untuk itu sesuai instruksi Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi untuk memerintahkan semua Puskesmas di OKU Timur untuk mengajak masyarakat melakukan bersih bersih desa memberantas sarang nyamuk DBD. Serta pihak sekolah juga diajak untuk mengerahkan siswanya melakukan bersih bersih dilingkungan sekolah masing-masing.

“Kita sudah gotong royong melakukan bersih desa semuanya sudah turun bersama warga lalukan pembersihan lingkungan desa.Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah,” tutur Kadinkes Zainal Abidin, kemarin.

Selain itu Zainal juga menjelaskan, pihaknya terus melakukan sosialisalisasi mengenai gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) kepada masyarakat karena program tersebut dirasa sangat efektif dalam mencegah adanya DBD.

“Daripada fogging lebih baik sama-sama melakukan PSN yang dimulai dari lingkungan sendiri, program PSN dengan cara 3M Plus perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada musim penghujan seperti ini,” jelasnya.

Lanjut kata Zaenal, saat ini diprediksi akan memasuki musim penghujan. Untuk itu pihaknya berupaya semaksimal mungkin melakukan tindakan pencegahan DBD, baik melalaui foging, memberikan serbuk abate, gotong royong bersama serta memberikan himbauan kepada masyarakat dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

“Kegiatan yang kita lakukan ini merupakan upaya untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit DBD kepada masyarakat. Namun yang terpenting masyarakat juga harus terus menerapkan pola hidup sehat dilingkungan masing-masing. Dimana hal ini jauh lebih efektif dan harus dikampanyekan secara bersama,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini dirinya bersama jajaran juga terus melakukan monitoring dan mengkampanyekan PHBS kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan agar lebih mudah mengetahui daerah mana saja yang terserang penyakit DBD, sehingga penanganannya juga akan mudah dilakukan.

“Sejauh ini kita juga sudah melakukan sosialisasi kembali pentingnya menguras, mengubur dan memusnahkan benda yang rawan menjadi sarang nyamuk. Serta diharapkan untuk kepala UPTD Puskesmas dan bidan desa agar menjadi pemantau baik didesa maupun disekolah untuk segera melapor jika ada masyarakat yang terjangkit DBD agar segera ditangani dengan baik,” ujarnya.

Zaenal menambahakn, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, saluran air supaya tidak dijadikan lokasi nyamuk bertelur serta selalu waspada akan adanya DBD. Dimana meskipun tingkat kesadaran warga dianggap sudah bagus, namun perlu tetap diingatkan. Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat jika ada tanda-tanda terkena DBD harap segara melapor agar segera diberikan penanganan.

“Semoga dengan adanya upaya gotong royong, fogging dan pemberian serbuk abate yang telah dilakukan diseluruh wilayah Kabupaten OKU Timur dapat memutus peredaran DBD, sehingga diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang terkena DBD,” harapnya.