Masyarakat Desa Tanjung Kemala Mendatangi Pemkab OKUT, Ini Tuntutannya

KABAROKUTIMUR.COM, Martapura – Masyarakat desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur mendatangi Pemkab OKU Timur untuk menyampaikan keluhannya kepada Pemerintah karena menilai aktifitas penambangan pasir dan koral yang dilakukan oleh CV Barus Family merusak lingkungan. Masyarakat yang didampingi Anggota DPRD Reza Alif Kodim dengan koordinator aksi Mamad tersebut meminta pemerintah menutup pertambangan yang berlokasi desa Tanjung Kemala barat Senin (18/2/2019).

Perwakilan masyarakat yang diterima langsung oleh Bupati OKU Timur, Wakil Bupati, serta sejumlah pejabat Pemkab OKU Timur kemudian meninjau lokasi yang dilakukan langsung oleh wakil Bupati OKU Timur beserta rombongan.

Setelah melihat langsung situasi di lapangan, Wabub kemudian menegaskan bahwa pertambangan tersebut harus ditutup dan tidak ada toleransi sesuai dengan permintaan masyarakat sekitar.

“Aktifitas perusahaan ini melanggar Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Harus ditutup,” ungkap koordinator Aksi Mamad saat berorasi di depan massa.

Sedangkan Robert, perwakilan CV Barus Family, membantah jika pihaknya melakukan penambangan di lokasi tersebut. Menurutnya, pihaknya hanya berencana membuat sebuah kolam ikan. Namun karena materialnya cukup banyak seperti pasir, koral dan tanah, akhirnya mereka memanfaatkannya dengan menjual material yang ada.

Robert juga menjelaskan bahwa aktifitas penambangan saat ini sudah dihentikan karena pekerjaan dilokasi tersebut sudah hampir rampung. Bahkan rencana penghentian pekerjaan memang akan dilakukan akhir bulan Februari 2019.

“Rencana kita Februari memang mau disetop penggalian ini. Informasi masyarakat yang mengatakan kedalaman kolam hampir 15 meter itu tidak benar, kedalaman hanya mencapai 4 meter,” bantah Robert.

Sedangkan, Bupati OKU Timur HM Kholid MD didampingi Wakil Bupati Fery Antoni SE, langsung melakukan peninjauan ke lokasi tambang dan memerintahkan penutupan tambang tersebut.