Beranda OKU TIMUR Sekolah Terendam Banjir, Kadisdikbud Tinjau Langsung ke Lokasi

Sekolah Terendam Banjir, Kadisdikbud Tinjau Langsung ke Lokasi

BAGIKAN

kabarokutimur.com | Cempaka – Hujan deras di hulu sungai Komering beberapa waktu yang lalu membuat beberapa sekolah di Kabupaten OKU Timur yang terkena dampak banjir. Akan tetapi hal ini tidak menurunkan semangat siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Drs M Ali MM saat melakukan peninjauan kesekolah yang terkena banjir.

Menurut Ali, pihaknya sengaja langsung turun ke lapangan melakukan peninjauan terhadap sekolah yang terkena banjir guna memastikan kondisi sekolah dan proses belajar mengajar siswa. Lalu, air yang masuk kedalam ruang kelas di beberapa sekolah tidak terlalu dalam sehingga siswa masih bisa belajar meskipun tidak mengenakan sepatu seperti biasanya.

“Saat kita tinjau ada empat kecamatan yang sekolahnya terkena dampak banjir. Namun satu kecamatan yaitu Kecamatan Madang Suku II debit airnya sudah surut, sehingga proses belajar disekolah tersebut tetap seperti biasanya,” katanya.

Lanjut kata Ali, di Kecamatan Cempaka yang terkena dampak banjir sebanyak lima sekolah diantaranya, SDN 2 Sukabumi, SDN 2 Gunung Batu, SDN 3 Gunung Batu, SMPN 2 Cempaka dan SDN 4 Cempaka.

“Karena di SDN 2 Sukabumi dan SDN 2 Gunung Batu debit airnya terbilang cukup tinggi yang masuk kedalam kelas sehingga siswa kelas 1 dan II terpaksa sementara kita suruh belajar dirumah. Namun untuk kelas III hingga kelas VI tetap belajar seperti biasa disekolah,” pungkasnya.

Lalu untuk wilayah Kecamatan Madang Suku 1, lanjut kata dia, ada dua sekolah yang terkena dampak banjir yaitu satu SMP dan satu SD. Sedangkan untuk di Kecamatan Semendawai Barat ada tiga sekolah diantaranya SD Tanjung Mas, SDN 2 Minanga dan SD Adu Manis.

“Untuk sekolah di wilayah Kecamatan Madang SUKU 1 dan Kecamatan Semendawai Barat yang terkena banjir, semua siswanya masih tetap belajar seperti biasanya. Karena didalam ruang kelas air yang masuk hanya sebatas mata kaki sehingga tidak mengganggu proses belajar. Namun siswa yang belajar tidak mengenakan sepatu dan hanya memakai sendal,” jelas Ali.

Selain itu, Ali berharap semoga debit air dapat secepatnya menurun sehingga siswa yang belajar disekolah yang terkena banjir bisa berjalan seperti biasanya. “Semoga secepatnya banjir tersebut cepat surut, sehingga tidak mengganggu siswa kita belajar,” harapnya.