Ketua KNPI OKU Timur : Jalur Komering Berpotensi Jadi Wisata Sejarah dan Agrowisata

kabarokutimur.com | Martapura – Jalur komering di wilayah Kabupaten OKU Timur merupakan salah satu potensi destinasi wisata sejarah, budaya dan agrowisata di Sumatera Selatan. Mengingat jalur komering tersebut sangat berpotensi sekaligus memiliki wisata sejarah yang sangat melimpah.

Menurut ketua DPD KNPI OKU Timur Fenus Antonius SE saat dibincangi wartawan mengatakan, jalur komering tersebut terdapat banyak titik-titik lokasi yang berpotensi untuk menjadi objek wisata baik wisata sejarah maupun agrowisata. Maka hal ini membuat dirinya mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) OKU Timur untuk menjadikan jalur komering sebagai salah satu destinasi wisata.

“Jalur komering mempunyai potensi pariwisata yang cukup melimpah untuk menarik wisatawan lokal maupun luar daerah, salah satunya adalah keberadaan makam-makam sejarah dan potensi agrowisata seperti buah duku komering dan jambu kristal yang dapat dijadikan objek wisata sejarah serta agrowisata,” katanya, Jumat (1/3/2019).

Lanjut kata dia, dirinya akan terus mendukung kemajuan pembangunan di jalur komering termasuk pariwisata yang diharapkan akan bisa menyumbang pandapatan daerah. Menurutnya, selain mempunyai beragam sejarah dan budaya, daerah-daerah disepanjang daerah aliran sungai komering sangat kaya akan agrowisata yang mempunyai ciri khas seperti duku komering.

“Selama ini kan jalur komering jarang disentuh program-program yang berorientasi pada kearifan lokal, tentunya saya akan memperjuangkan daerah-daerah disepanjang aliran sungai komering atau lebih familiar disebut jalur komering agar bisa maju dan menjadi pusat kebudayaan maupun wisata di Sumsel,” pungkasnya.

Pembangunan, masih kata Fenus, perlu menggerakkan kearifan lokal sebagai strategi utama dalam perbaikan ekonomi dan sarana suksesi pembangunan daerah, khususnya ekonomi yang berkelanjutan.

“Tentunya untuk menjadikan jalur komering menjadi salah satu destinasi wisata dan sejarah diperlukan infrastruktur yang baik dan strategi itu bisa dengan menjadikan jalan di jalur komering menjadi jalan nasional,” jelasnya.

Dimasa lalu, daerah disepanjang daerah aliran sungai komering dari hulu (Muradua) hingga ke Hilir (OKI) pernah menjadi jalur perdagangan yang cukup ramai, bahkan salah satu dusun yang bernama Minanga Tuha yang terletak di Kabupaten OKU Timur diyakini merupakan pusat kerajaan srwijaya bagian awal.