Komunikasi yang Baik Kunci Keharmonisan Rumah Tangga

Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten OKU Timur menggelar sosialisasi untuk mewujudkan keharmonisan keluarga dengan menjalin komunikasi yang baik. Sehingga OKU Timur bebas dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Balai Rakyat Pemkab OKU Timur pada Selasa (12/3/2019).

Menurut Bupati OKU Timur, HM Kholid MD yang diwakili PLH Sekda OKU Timur Ir. M Husin dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya kegiatan ini semoga sangat bermanfaat dan dapat meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kabupaten OKU Timur.

“Mengingat, masalah kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak merupakan masalah terus menerus menjadi perbincangan hangat. Karena hal ini dapat dijumpai dimana saja, kapan saja dan dilakukan oleh siapa saja tanpa dibatasi oleh kelas sosial,” katanya.

Dikatakan, dengan semakin majunya teknologi komunikasi saat ini membuat kasus pelecehan dan KDRT menjadi semakin marak, dimana hal ini disebabkan karena terjadinya ketidak seimbangan antara harapan dengan kenyataan didalam rumah tangga yang salah satu faktor paling dominan adalah masalah ekonomi. Sehingga KDRT harus dicegah secara dini .

“Faktor ekonomi merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, salah satu upaya pencegahannya adalah setiap keluarga dan individu harus kembali bersatu dan menjalin kasih sayang diantara mereka, serta memperkuat pendidikan agama didalam keluarga,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas PPPA OKU Timur Dra Hj Yuniati, MM menambahkan, selain untuk mecegah KDRT secara dini, tujuan kegiatan sosialisasi ini juga mengimplementasikan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, untuk menjamin pemenuhan hak anak dan melaksanakan kebijakan pemenuhan hak anak sehingga dapat diwujudkan melalui upaya daerah membangun Kota Layak Anak (KLA). Dimana pemerintah daerah wajib dan bertanggung jawab menghormati pemenuhan 31 hak anak tanpa membedakan suku, agama, ras termasuk kondisi fisik dan mental.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menambah ilmu bagi peserta terutama kader Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) setiap kecamatan, sehingga semua dapat belajar dan memahami cara penanganan kasus KDRT secara tepat demi tercapainya kehidupan yang harmonis, damai dalam rumah tangga dan kehidupan dimastarakat,” harapnya.

Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU Timur Hj Rusmiyati Kholid beserta anggota, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten OKU Timur Lilik Setyorini Fery beserta anggota, serta dihadiri langsung oleh Narasumber dari Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang DR. RR. Rina Antasari SH. M.Hum, dan DR. Heri Junaidi MM. (adv).