Melebihi Batas Waktu, Kapolres Sita Orgen

kabarokutimur.com | OKU Timur – Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK menyita seperangkat Orgen Tunggal (OT) yang melanggar batas waktu yang sudah ditentukan dalam surat edaran Bupati OKU Timur. Pembubaran hiburan OT diselenggarakan dalam hajatan Marsi salah satu warga Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK bersama anggota TNI, pada Selasa (12/3/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya pada pukul 17.30 WIB Kapolsek dan camat Buay Madang serta anggota sudah datang ke tempat hajatan tersebut. Serta menghimbau untuk bubar dan malam tidak boleh ada hiburan OT tetapi tidak diindahkan dan masih dilanjutkan malam harinya.

“Pembubaran hiburan OT dilakukan karena melewati batas waktu yang sudah ditentukan. Sudah ada surat edaran dari Bupati OKU Timur bahwa batas hiburan OT hingga pukul 17.00 WIB. Bahkan Polres juga sudah membuat maklumat menindaklanjuti surat edaran Bupati OKU Timur tersebut. Karena melanggar, maka alat keyboard yang digunakan disita dan dibawa ke Mapolres OKU Timur,” katanya.

Hiburan OT pada malam hari ditenggarai menjadi tempat peredaran Narkoba dan sudah sangat meresahkan masyarakat. “Tujuan penertiban untuk menjaga keamananan daerah kita karena masyarakat sudah resah dengan hiburan Orgen Tunggal pada malam hari yang sering menjadi pemicu keributan,” ungkapnya.

Pelaksanaan giat tersebut, lanjut kata Erlin, diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat dan pemilik orgen tunggal. Sehingga dapat menaati himbauan dan surat edaran bupati tentang larangan orgen tunggal.

“OT malam hari sering dijadikan tempat transaksi narkoba dan juga sebagai tempat anak-anak remaja kita maupun orang tua terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Serta seringnya terjadi keributan yang terkadang menyebabkan jatuhnya korban seperti beberapa waktu lalu. Sehingga ini sikap yang harus kita ambil agar budaya dugem yang ada di acara OT di OKU Timur ini dapat berhenti,” tegasnya.

Kapolres juga menambahkan, seharusnya Kades setempat mendukung kebijakan pemerintah daerah dan Forkopimda serta berani menyampaikan hal ini kepada pembuat hajat bukan justru mendukung kegiatan ini sampai malam hari dan tidak  mendengarkan himbaun dari kepolisian dan pihak kecamatan.

“Kami akan bertindak tegas membubarkan acara Orgen Tunggal yang berlangsung hingga malam,   jika dilanggar dan  berani coba-coba silahkan, TNI-Polri dan unsur pimpinan daerah OKU Timur akan bertindak jika masih melanggar saya akan menyita alat keyboard yang digunakan,” katanya.