Beranda OKU TIMUR EKONOMI BUMDes Desa Bantan, Salah Satu Contoh Cara Memajukan Perekonomian Desa

BUMDes Desa Bantan, Salah Satu Contoh Cara Memajukan Perekonomian Desa

BAGIKAN

kabarokutimur.com | OKU Timur – Untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, berbagai langkah serta inovasi harus dilakukan oleh seorang Kepala Desa (Kades). Contohnya yang dilaksanakan oleh Kades Bantan Kecamatan BP Peliung, OKU Timur membangkitkan ekonomi rakyat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Usaha Bersama.

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi menjelaskan selama ini tidak menyangka jika di Desa Bantan ada BUMDes. Ini membuntikan jika ada keinginan tentu ada jalan. BUMDes Desa Bantan Kecamatan BP Peliung, membuka usaha pabrik padi, sehingga bisa menjadi contoh bagi desa lain. BUMDes itu merupakan sentuhan khusus bagi setiap desa dalam memajukan perekonomian masyarakat. Desa Bantan terus berinovasi untuk menuju ke arah yang lebih bagus lagi.

“Dana pembangunan BUMDes ini  berasal dari APBN dikelola dengan baik sehingga dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. BUMDes Desa Bantan ini akan kita jadikan percontohan bagi desa yang ada di pesisir Komering,” katanya.

Sementara itu, Kades Bantan Kecamatan BP Peliung, OKU Timur Kenedi mengatakan, untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat, pihaknya lalu menggagas pembentukan BUMDes Usaha Bersama yang bergerak dalam bidang usaha penggilangan maupun pabrik padi.

Modal awal untuk pembangunan pabrik padi ini sebesar Rp100 juta dana berasal dari APBN 2017 berupa Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat. Hasil produksi 50 ton pertahun hasil panen ini jika dikelola dengan baik akan menguntungkan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk masyarakat yang menggiling padi, lanjut kata dia, diambil persenan sebesar 5 persen sedangkan di pabrik padi yang lain sampai 7 persen. Karena itu masyarakat lebih memilih menggiling padi di pabrik milik BUMDes. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dan enghilangkan pendapat masyarakat luar jika Desa Bantan selama ini dinilai sebagai daerah rawan.

“Hasil yang didapat dari usaha pabrik padi ini sudah ada ketentuan ada untuk desa dan pengelola. Jika masyarakat memang butuh akan minjam beras maupun padi akan diberikan. Ini juga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.