Pemkab OKU Timur Adakan Rakor Evaluasi untuk Mengoptimalkan PAD

kabarokutimur.com | OKU Timur – Untuk mengoptimalisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2019 khususnya di bidang pajak dan retribusi daerah, Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah OKU Timur mengadakan Rapat Koordinasi evaluasi pendapatan daerah. Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab OKU Timur, Camat se Kabupaten OKU Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bina Praja II Pemkab OKU Timur pada Rabu (27/3/2019).

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, dalam laporan kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah untuk tahun 2018 PAD dari target Rp 76.706.750.857 terjadi peningkatan sebesar Rp 85.333.494.724,53 dengan capaian sebesar 111.25 persen. PAD Kabupaten OKU Timur meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, air bawah tanah, sarang burung walet, bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Daerah tidak boleh memungut pajak dan retribusi daerah selain yang telah ditetapkan dan tercantum dalam UUD dan peraturan pemerintah.

“Di tahun 2019 ini, saya berharap target PAD dapat mencapai Rp 100.000.000.000, dalam upaya pecapaian harus menjadi upaya perhatian kita bersama, terutama dari pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), saya juga akan memantau peran aktif dan upaya yang dilakukan camat dan kepala desa,” katanya.

Wilayah kecamatan terbesar dalan capaian PBB tahun 2018, lanjut kata Kholid, ada tiga kecamatan yang meliputi, pertama Kecamatan BP Bangsa Raja yang mencapai 100 persen, kedua Kecamatan Belitang III mencapai 82 persen dan yang ketiga Kecamatan Madang Suku I pencapaian PBB sebesar 72,71 persen. Sedangkan dalam capaian target PBB terkecil di tahun 2018 antara lain, Kecamatan Bunga Mayang mencapai 32,50 persen, Kecamatan Madang Suku III sebesar 30,52 persen serta yang terakhir Kecamatan Cempaka yang hanya mencapai 24,85 persen.

“Peran aktif Camat dan Kades dalam meningkatkan capaian target PBB sangat diperlukan. Sehingga dapat menopang PAD Kabupaten OKU Timur,” tegasnya.

Sementara itu, kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah OKU Timur Suyanto, SE menyampaikan, potensi daerah yang menjadi sumber sumber pendapatan daerah meliputi pajak restoran yang harus dipantau perkembangannya, pajak penerangan jalan sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat untuk membayar tagihan listrik tepat waktunya, serta terus tingkatkan kerjasama dengan perusahaan listrik negara. Selanjutnya, pajak mineral bukan logam, akan terus koordinasikan dengan OPD pengelola dana desa, serta pengusaha dan pemborong yang memanfaatkan batu granit atau split di wilayah OKU Timur untuk tidak lupa membayar pajak daerahnya.

“Lalu, pajak air bawah tanah, harus kita koordinasikan dengan perusahaan perkebunan besar yang ada di wilayah Kabupaten OKU Timur, agar perusahaan perkebunan besar ini memberikan sumbangan pajak ke daerah kita. Serta pajak sarang burung walet, ini juga harus menjadi perhatian kita bersama, bagaimana potensi yang cukup besar ini dapat memberikan sumbangan dalam rangka pembangunan OKU timur,” pungkasnya.