Beranda OKU TIMUR Hidupkan Genset untuk Jaga Pelaksanaan UNBK Tetap Lancar

Hidupkan Genset untuk Jaga Pelaksanaan UNBK Tetap Lancar

BAGIKAN
ilustrasi

kabarokutimur.com | OKU Timur – Sebanyak 271 pelajar SMAN 1 Martapura mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang mana dalam pelaksanaan dilakukan sebanyak tiga sesi. Untuk jurusan IPA sebanyak 144 orang sedangkan jurusan IPS sebanyak 127 orang, untuk Laki-laki sebanyak 95 orang serta untuk perempuan sebanyak 176 orang.

Kepala SMAN 1 Martapura Drs H Akso mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK pihaknya tetap menghidupkan genset walaupun listrik tidak padam, hal ini dilakukan supaya UNBK bisa berjalan lancar. Genset disewa selama empat hari selama pelaksanaan UNBK.

“Alhamdulillah dari hari pertama mulai dari sesi pertama sampai sesi ketiga tidak ada kendala baik dari jaringan maupun server. Mudah-mudahan sampai akhir pelaksanaan UNBK tidak terjadi kendala,” katanya.

Lalu lanjut kata dia, dalam pelaksanaan UNBK ini menggunakan tiga ruangan dimana dalam satu ruang terdapat 33 unit komputer dengan 3 server. Namun dirinya menyampaikan bahwa sekolah hanya memiliki 33 unit komputer sehingga pihaknya meminjam dengan orang tua wali murid, guru-guru dan karyawan serta meminjam dari sekolah lain.

“Harapan kami agar pemerintah bisa membantu untuk melengkapi perangkat komputer yang dibutuhkan sekolah. Sehingga kami di tahun yang akan datang tidak lagi meminjam kepada wali murid, guru-guru serta karyawan yang memiliki laptop,” pungkasnya.

Selain itu dirinya juga berpesan kepada siswa-siswi yang mengikuti UNBK agar fokus dalam mengikuti ujian. Sehingga pada saat mengerjakan ujian dapat berjalan lancar kemudian hasilnya juga memuaskan. Serta pada tahun ini sebanyak 24 pelajar telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur khusus bahkan ada juga pelajar yang masuk ke IPB.

“Kami para guru mendoakan siswa-siswi supaya sukses setelah selesai pendidikan di sekolah ini. Sehingga bisa memberikan motivasi untuk adek-adek kelas X dan XI. Serta bagi anak-anak yang belum mendapatkan perguruan tinggi agar tetap ikhtiar, berdoa dan berusaha. Supaya mendapatkan perguruan tinggi yang diharapkan agar bisa mencapai cita-citanya serta membanggakan kedua orang tua,” ujarnya.