Beranda NASIONAL Kaum Milenial Jangan Golput dan Pahami Warna Surat Suara

Kaum Milenial Jangan Golput dan Pahami Warna Surat Suara

BAGIKAN

kabarokutimur.com | OKU Timur – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Timur menggelar acara KPU Colour Run yang diikuti oleh masyarakat OKU Timur, khususnya yang berada di seputaran kota Martapura dan sekitarnya. Antusiasme masyarakat ini terlihat dengan banyaknya masyarakat yang hadir. Diperkirakan jumlahnya mencapai hingga 15 ribu orang, Minggu (7/4/2019) pagi.

KPUD OKU Timur dalam kegiatan tersebut menyediakan sejumlah Doorprize dan hadiah menarik untuk ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini. Peserta dihibur dengan berbagai kegiatan, sebelum pesta warna dimulai, peserta diajak senam bersama dengan dipandu oleh seorang Disc Jockey (DJ).

Menurut Ketua KPUD OKU Timur Herman Jaya, SSos.I didampingi oleh ketua panitia yang juga Komisioner KPUD OKU Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yuliansyah SE, kegiatan KPU Run ini dilakukan secara serentak se-Indonesia, diawali dengan jalan sehat yang dibuka langsung oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD di Tugu Tani Martapura dan berakhir di Taman Tani Merdeka dengan sejumlah hiburan dan hadiah menarik. Dirinya juga mengingatkan kepada kaum milenial khususnya, untuk ikut serta dalam menyukseskan pesta demokrasi terbesar di Indonesia saat ini dengan cara gunakan hak suaranya, supaya sebagi kaum milenial mampu memberikan partisipasi terhadap pesta demokrasi ini.

“Terima kasih atas partisipasi masyarakat yang hadir. Mari kita sukseskan proses pemilu di Kabupaten OKU Timur dengan sejuk dan damai. Ayo datang ke TPS pada 17 April, gunakan hak pilih kita dan pilih sesuai hati nurani,” katanya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD melalui Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam masyarakat OKU Timur jangan sampai tidak menyalurkan suara atau Golput (Golongan Putih). Apalagi kaum milenial atau anak-anak remaja yang sudah bisa memilih jangan Golput. Selain itu juga, masyarakat harus memahami warna kertas suara juga urutan masing-masing warna tersebut.

“Pemilih pemula harus menggunakan hak suaranya untuk memilih pada pemilu serentak nanti. Jangan tidak datang ke TPSnya masing-masing, gunakan hak suara kalian, sebagai kaum milenial beri contoh kepada yang sudah dewasa bahwa, sebab satu suara itu sangat berarti, jadi gunakan sebaik mungkin suara kalian. Masyarakat juga harus bisa memahami warna surat suara sehingga memudahkan untuk pelaksanaan pencoblosan nantinya,” pungkasnya.

Untuk informasi, berikut ini perbedaan surat suara dalam Pemilu serentak tahun 2019 :

Surat suara Pemilihan Presiden (Pilres) 

Surat suara abu-abu untuk untuk Pilpres berukuran 22 x 31 cm. Jenis kertas yang digunakan adalah HVS 80 gram. Surat suara pilpres berbentuk lembaran persegi panjang yang terdiri atas 2 bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam.

Surat suara DPR RI

Surat suara warna kuning untuk memilih anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dengan ukuran 51 x 82 cm. Jenis kertas yang digunakan adalah HVS 80 gram. Surat suara pemilihan Anggota DPR RI berbentuk persegi panjang yang terdiri atas 2 bagian yaitu bagian luar dan bagian dalam dan tidak terdapat foto calon anggota DPR RI.

Surat suara DPD

Surat suara warna merah untuk memilih anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah), Terdapat 9 kategori ukuran, dengan jenis kertas adalah HVS 80 gram. Surat suara pemilihan anggota DPD berbentuk persegi panjang, vertikal/horizontal terdiri atas 2 bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam dan terdapat foto setiap calon anggota DPD.

Surat suara DPRD Provinsi

Surat suara warna biru untuk memilih anggota DPRD Provinsi dengan ukuran 51 x 82 cm. Jenis kertas yang digunakan adalah HVS 80 gram. Surat suara berbentuk persegi panjang, vertikal terdiri atas 2 bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam. Tidak terdapat foto calon anggota DPRD Provinsi.

Surat suara DPRD Kabupaten/Kota

Surat suara warna hijau digunakan untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota dengan ukuran 51 x 82 cm. Jenis kertas yang digunakan adalah HVS 80 gram. Surat suara pemilihan anggota DPRD Kabupaten/Kota berbentuk persegi panjang, vertikal terdiri atas 2 bagian yang disebut bagian luar dan bagian dalam. Tidak terdapat foto calon anggota DPRD Kabupaten/Kota.