Beranda ADVERTORIAL Tekad Pemkab OKU Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur

Tekad Pemkab OKU Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur

17
0
BERBAGI

Tekad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Sebiduk Sehaluan semakin terwujud. Setelah pemkab menganggarkan dana sebesar Rp 341 miliar di tahun 2019 ini, pembangunan infrastruktur semakin nyata dengan diterimanya kucuran dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero sebesar Rp 100 miliar.

Pengucuran dana ini ditandai dengan Penandatangan Perjanjian Pinjaman Pembiayaan Peningkatan 8 ruas jalan kabupaten antara PT SMI Sarana Multi Infrastruktur dengan Pemkab OKU Timur dengan PT SMI. Pemandangan perjanjian dilakukan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi bersama Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Edwin Syahruzad dengan disaksikan notaris Listiani Wang yang dilakukan di Jakarta pada Selasa (23/4/2019).

Menurut Bupati, dengan dikucurkan dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur semakin memberikan motivasi untuk membangun daerah. “Terimakasih kepada PT SMI yang telah memberikan motivasi kepada daerah kami utk membangun infrastruktur. Untuk diketahui jalan kabupaten di OKU Timur sepanjang 925 kilometer dan jalan provinsi sepanjang 225 kilometer,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, infrastruktur selalu menjadi kendala di daerah, sementara daerah sering terkendala anggaran untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur. Oleh karena itu, sesuai arahan Presiden, daerah boleh mencari pinjaman dana untuk membangun infrastruktur.

“Pinjaman ini dalam jangka waktu tiga tahun dan dibayar 2 kali di tahun 2020 dan tahun 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Edwin Syahruzad, penyaluran dana kepada daerah sesuai dengan misi dari Kementrian Keuangan RI untuk percepatan pembangunan infrastruktur di daerah dan pengurangan kesenjangan infrastruktur.

“Diharapkan dana pinjaman ini bisa memberikan kontribusi percepatan pembangunan di OKU Timur. Kami juga sudah banyak menyalurkan pinjaman ke daerah, kebanyakan daerah dari luar pulau Jawa,” ungkapnya. (adv)