Beranda OKU TIMUR RPJMDes Pola Perencanaan Pembangunan Desa Secara Partisipatif

RPJMDes Pola Perencanaan Pembangunan Desa Secara Partisipatif

BAGIKAN

kabarokutimur.com | OKU Timur – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Way Salak laksanakan musyawarah desa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Kegiatan ini dilakukan karena Kepala Desa (Kades) terpilih memiliki tanggung jawab untuk segera menyusun dokumen rencana pembangunan desa selama enam tahun ke depan. RPJMDes ini merupakan pedoman rencana pembangunan desa yang berisikan seluruh rencana kegiatan pembangunan di desa.

Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Desa Way Salak ini dihadiri oleh BPD, Pemdes, MPD, utusan dari masing-masing dusun yang terdiri dari tokoh masyarakat, perwakilan kelompok perempuan, perwakilan pemuda, kelompok tani dan unsur kelompok masyarakat lainnya, Selasa (25/6/2019).

Dedy Dharma Riza selaku Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) saat dibincangi wartawan mengatakan, dalam musyawarah ini juga dilakukan sosialisasi tentang tahapan dan teknis pelaksanaan penyusunan RPJMDes serta pembentukan tim penyusunnya. Lalu terdapat juga rapat pleno dan simulasi proses penggalian gagasan masing-masing dusun dan utusan yang hadir dalam Musyawarah.

“Hasil pleno dan simulasi awal akan dilanjutkan pada pleno yang akan dilaksanakan pada proses musyawarah di masing-masing dusun. Dimana hasilnya nanti akan kembali dibawa dan di diskusikan pada musyawarah desa yang diagendakan dua minggu kedepan,” katanya.

Sementara waktu sambil menunggu pertemuan berikutnya, lanjut kata dia, tim penyusun akan melakukan proses penyelarasan arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota yang dilakukan dengan mengikuti sosialisasi atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota. Kegiatan penyelarasan, dilakukan dengan cara mendata dan memilah rencana program dan kegiatan pembangunan Kabupaten/Kota yang akan masuk ke desa.

“Rencana program dan kegiatan, dikelompokkan menjadi bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Lalu, hasil pendataan dan pemilahan, dituangkan dalam format data rencana program dan kegiatan pembangunan yang akan masuk ke desa,” pungkasnya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, data rencana program dan kegiatan, menjadi lampiran hasil yang tidak terpisahkan dari hasil musyawarah desa selanjutnya terkait hasil penggalian gagasan di masing-masing dusun.

“Selanjutnya akan dilaksanakan perangkingan atas hasil penggalian gagasan yang kemudian akan disepakati menjadi daftar usulan desa yang masuk dalam dokumen rencana pembangunan desa,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.