Beranda NASIONAL Bantah akan Ambil Alih, Kepala Disbudpar : FJSS Harus Jadi Aktraksi Wisata...

Bantah akan Ambil Alih, Kepala Disbudpar : FJSS Harus Jadi Aktraksi Wisata Unggulan

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR -Adanya wacana Fertival Jerami Sebiduk Sehaluan (FJSS)  Kabupaten OKU Timur  yang dilaksanakan tahun 2018 lalu yang mendapat Rekor MURI, akan diambil Alih Provinsi Sumsel untuk melaksanakan Festival Jerami di tingkat Provinsi, dibantah oleh pihak Pariwisata Sumsel.

Menurut Aufa Syahrizal., SP., M.Sc, sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel hal ini perlu di luruskan. Sumsel tidak pernah berniat untuk mengambil alih FJSS. Justru Provinsi Sumsel menggalakkan setiap daerah agar berpacu menciptakan produk wisata atau artraksi wisata unggulan di setiap Kab/Kota. Supaya melalui kegiatan unggulan dibidang Pariwisata tersebut dapat mengangkat setiap daerah Kab/Kota.

” Provinsi sifatnya hanya mensupport.  Sekali lagi Provinsi malah bangga kalau Kab/Kota mampu menciptakan ATRAKSI wisata yang menarik di daerah,”jelas Aufa saat dihubungi salah satu wartawan  lewat WhatsApp pribadinya.

Dijelaskannya yang benar adalah kegiatan FJSS Akan dimasukkan kedalam kalender kegiatan Pariwisata Provinsi Sumsel. Bahkan kalau mungkin menjadi kalender kegiatan Pariwisata Nasional. Dengan maksud Dan tujuan agar kegiatan FJSS itu juga di kenal secara Nasional.  Sebagai Contoh kegiatan Festival Sriwijaya Dan Ziarah Qubro sudah masuk dalam calenders of event Nasional.

“Bahkan Tahun 2020. Kegiatan Festival Danau Ranau Dan Festival Basemah Akan Kita usulkan juga untuk masuk dalam Calenders Of Event (COE) Nasional. Dan untuk masuk dalam COE. Syaratnya diantaranya adalah, kegiatan tersebut minimal telah dilaksakan tiga kali secara berturut turut setiap tahun dengan waktu tanggal Dan bulan yang sama,” jelasnya.

Kemudian kegiatan tersebut lanjutnya, bisa benar-benar mendatangkan wisatawan dari luar daerah baik Wisman maupun Wisatawan domestik. Dan juga memiliki dampak positif terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan. Artinya tidak mudah untuk bisa masuk ke dalam COE Nasional. Dan kalau FJSS mau di usulkan masuk dalam COE, maka kegiatan FJSS harus dilaksanakan setiap Tahun di OKU Timur dengan waktu, tanggal dan bulan yang sama.

“Semoga teman teman penggagas FJSD paham Provinsi Sumsel Akan mengambil alih FJSS. Silahkan Pemkab OKU Timur menjadikan FJSS menjadi produk wisata andalan di OKU Timur. Semoga melalui FJSS Kabupaten OKU Timur Akan semakin dikenal dan Akan semakin banyak wisatawan berkunjung ke OKU Timur,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.