Beranda Berita Berikut Ini Cara Pencegahan Stunting pada Anak

Berikut Ini Cara Pencegahan Stunting pada Anak

BAGIKAN
Foto : ilustrasi

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat di Indonesia angka stunting cukup tinggi, yaitu sekitar 7,8 juta dari 23 juta balita atau sekitar 35,6 persen. Angka ini menyebabkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk untuk balita dan anak-anak. Stunting pada anak merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Anak yang terkena stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur H. Zaenal Abidin, SSIT., MM, melalui Kasi Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) & Gizii H. Marzulian, SKM saat diwawancarai awak media, di ruang kerjanya, untuk mencegah agar anak tidak terkena stunting ini, beberapa tips yang harus dilakukan oleh ibu hamil. Pertama ibu hamil harus memperhatikan pola asuh dan pola makan agar dibiasakan makan-makanan sehat dan bergizi. Mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan, memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf. Asupan gizi anak juga harus dipastikan baik pada masa kehamilan hingga usia 1000 hari anak.

“Selain itu meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan akses air bersih di lingkungan rumah. Dan bagi keluarga kurang mampu juga punya cara agar dapat melakukan pencegahan, tidak semua mesti mahal, seperti memanfaatan pekarangan untuk menanam sayur, dan memelihara ikan. Yang jelas asupan protein dan nabati harus diperhatikan,” terangnya.

Dikatakan, pastikan juga anak mendapat makanan yang mengandung empat bintang yaitu protein hewani, karbohidrat, sayur dan buah serta kacang-kacangan. Jangan lupa, terus pantau pertumbuhan anak dengan melihat tinggi dan berat badannya di sekolah, PAUD, atau puskesmas. “Orang tua juga perlu memberi stimulasi berupa kegiatan bermain, ciptakan beragam permainan yang menciptakan komunikasi dalam merangsang kemampuan motorik anak dan kemampuan anak bersosialisasi lalu kemandirian. Ketika kemampuan sosial anak lebih bagus, personalnya juga lebih bagus. Anak jadi lebih mudah bergaul,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan, hal-hal yang harus diperhatikan pada saat ibu hamil ialah tercukupnya nutrisi, Ibu hamil yang kurang mengonsumsi makanan bergizi seperti asam folat, protein, kalsium, zat besi, dan omega-3 cenderung melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi. Kemudian saat lahir, anak harus mendapat ASI eksklusif dalam jumlah yang cukup dan MPASI dengan gizi yang seimbang ketika berusia enam bulan ke atas. Pola pemberian makan harus lengkap yang memenuhi persyaratan minimum dalam hal frekuensi dan keragaman makanan untuk mencegah kekurangan gizi. Serta yang lebih penting kebersihan lingkungan.

“Terlihatnya anak itu terkena stunting setelah usia dua tahun, untuk itu penting dilakukan pemberian stimulasi, imunisasi dan pencegahan infeksi, jangan sampai anak sudah gizinya kurang kondisinya diperberat dengan infeksi. Cara mencegah infeksi dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat dan pemberian imunisasi dasar,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.