Beranda Berita Sebelum Menikah Catin Harus Tes Kesehatan

Sebelum Menikah Catin Harus Tes Kesehatan

BAGIKAN
Foto : Kepala Kemenag OKU Timur H Abdul Rosyid, S.Ag, MM

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Sebelum melangsung pernikahan setiap calon penggantin (Catin) disiapkan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) atau penyampaian materi-materi tentang pernikahan. Selain itu juga Catin wajib melakukan tes kesehatan. Hal ini dilakukan supaya janin nantinya terbebas dari penyakit menular dan para Catin mengetahui tentang pernikahan.

Menurut Kakankemenag H Abdul Rosyid, S.Ag, MM, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pihaknya berkerja sama dengan Dinas Kesehatan OKU Timur. Catin yang melakukan pernikahan, sebelumnya terdapat beberapa persyaratan yang harus dilengkapi diantaranya cek kesehatan bagi kedua calon.

“Cek kesehatan ini dilakukan agar jangan sampai ada penyakit menular yang mengakibat penularan bagi janin di kemudian hari. Sehingga kita melakukan kerjasama terhadap dinas kesehatan yang nantinya di lakukan di puskesmas di daerah masing-masing,” katanya.

Selain itu, materi yang paling pokok untuk disampaikan adalah tentang tara cara mandi junub. Karena hal ini sangat fatal apabila tidak benar tara caranya maka mengakibatkan tidak sahnya sholat. Selanjutnya yang kedua tentang hak dan kewajiban suami istri. Apa yang wajib di lakukan oleh suami dan apa yang wajib dilakukan oleh istri serta hak-haknya

“Untuk materi dalam suscatin, catin diajarkan bagaimana cara melakukan mandi junub yang baik dan benar. Serta bagaimana cara membina rumah tangga, dan cara menyelesaikan masalah dalan rumah tangga. Suscatin di OKU Timur sudah berjalan di dua kecamatan yakni di Kecamatan Semendawai Timur dan Kecamatan Buay Madang Timur (BMT),” pungkasnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, pelajaran atau materi tentang pernikahan yang diberikan saat suscatin antara lain adalah Tatacara dan prosedur perkawinan, Pengetahuan agama, Peraturan perundangan di bidang perkawinan dan keluarga, Hak dan kewajiban suami istri. Serta kesehatan reproduksi, Manajemen keluarga dan Psikologi perkawinan dan keluarga.

“Selama proses kursus, calon pengantin pria dan wanita akan diberi sesi ceramah, dialog serta simulasi tentang materi-materi suscatin. Narasumber yang akan memberikan materi tentunya sudah dipilihkan yang memiliki kompetensi bagus di bidangnya,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.