Beranda Berita Musim Kemarau Pohon Duku Perlu Perawatan Ekstra

Musim Kemarau Pohon Duku Perlu Perawatan Ekstra

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Saat musim kemarau seperti ini pohon duku, setiap minggunya perlu perawatan ekstra. Pasalnya apabila tidak dilakukan penyiraman pohon duku akan mati dan tidak berbuah. Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Negeri Agung Kecamatan BP Peliung terpaksa harus menyiram pohon Duku. Mengingat saat ini pohon duku mulai muncul bunga, sehingga kalau tidak di siram akan berdampak pada hasil buah yang sedikit bahkan pohon duku cendrung tidak berbuah.

Dirwan Warga Desa Negeri Agung saat di wawancarai wartawan mengatakan, sudah sejak sebulan terakhir dirinya melakukan penyiraman terhadap pohon duku miliknya. Karena kalau tidak disiram pohon duku akan layu dan calon buah akan rontok dan resiko terburuk pohon duku bisa mati.

“Karena saya ingin pohon dukunya dapat menghasilkan buah yang bagus dan banyak, maka setiap satu minggu sekali dilakukan penyiraman secara rutin. Mengingat sudah beberapat bulan terakhir tidak turun hujan alias kemarau, sehingga kalau pohon duku tak di siram akan layu,” ucapnya.

Lanjut kata dia, ada sekitar kurang lebih 50 batang pohon duku yang harus di siram setiap minggunya, dimana dirinya memanfaatkan sumur dan mengunakan mesin sedot untuk menyiram pohon dukunya.

“Ya kalau tidak kita siram secara rutin bisa-bisa pohon duku akan berbuah sedikit, bahkan cendrung tidak berbuah dan bisa juga mati pohon dukunya,” tambah Dirwan atau sering dipanggil papa Dara di Desa Negeri Agung.

Selain itu dirinya juga berharap agar segera turun hujan, agar dirinya tidak melakukan penyiraman lagi setiap minggunya. Karena selain membutuhkan tenaga, dirinya harus keluar uang untuk membeli bensin untuk ngisi mesin sedotnya.

“Biasanya dalam setiap kali melakukan penyiraman kita membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam, karena kita siram dari bawah sampai atas. Jadi membutuhkan waktu yang cukup lama. Kita berharap usaha ini dapat membuahkan hasil yang maksimal sehingga selain buah duku dapat di konsumsi sendiri, juga bisa kita jual,” harapanya.

Sementara itu, Amar salah satu warga Desa Perjaya mengatakan, dirinya masih menunggu datangnya hujan karena untuk melakukan penyiraman pohon duku membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pasalnya kebun duku yang dikelolanya berada jauh dari sumber air sehingga perlunya biaya yang cukup banyak untuk penyiraman.

“Dalam sekali penyiraman biasanya dirinya melakukan sumbangan bersama warga lain. Hal ini dilakukan supaya meringankan beban biaya yang mencapai kisaran Rp 2.000.000,-. Biaya tersebut berbeda-beda tergantung letak jauh dekatnya jarak antara kebun dan sumber air,” jelasnya seraya mengatakan penyiraman dilakukannya seminggu dua kali karena dirinya takut pohon dukunya kekeringan sehingga tidak berbuah dan apabila telat penyiraman bisa membuat pohon dukunya mati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.