Beranda OKU TIMUR Ratusan Ha Lahan Gambut Terbakar, Bupati OKUT Turun Langsung Padamkan Api

Ratusan Ha Lahan Gambut Terbakar, Bupati OKUT Turun Langsung Padamkan Api

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, CEMPAKA – Musim kemarau yang sudah berlangsung beberapa bulan menyebabkan sejumlah lahan gambut dan hutan menjadi kering. Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan api mudah menjalar dan menimbulkan asap tebal yang dapat memicu timbulnya penyakit ISPA dan saluran pernafasan.

Selama beberapa Minggu terakhir, sejumlah daerah di Indonesia mengalami kebakaran hutan dan lahan sehingga menyebabkan kabut tebal menyelimuti sejumlah daerah. Bukan hanya itu, sejumlah sekolah terpaksa diliburkan dan para siswa diminta untuk tidak beraktivitas diluar rumah untuk menghindari penyakit saluran pernafasan.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten OKU Timur yang sebelumnya sempat aman dan tidak terjadi kebakaran. Kebakaran terjadi di lahan gambut milik perusahaan GNS yang berlokasi di Kecamatan Cempaka. Sekitar 100 Hektare (Ha) lahan milik perusahaan tersebut terbakar. Kebakaran tersebut langsung dipantau oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD.

Bupati OKU Timur ketika dikonfirmasi Senin (23/9/2019) mengaku turun langsung ke lapangan untuk melihat lokasi kebakaran dan membantu langsung pemadaman api. Lokasi kebakaran diduga akibat ditelantarkan oleh pihak perusahaan sehingga tidak ada kontrol ketika terjadi bencana kebakaran dilokasi tersebut.

“Kita sudah mengirimkan pesan tegas terhadap prusahan tersebut agar membantu memadamkan api,” tegas Bupati.

Menurut Kholid, pemadaman kebakaran dilakukan oleh tim gabungan dari Pol PP, Polisi,TNI, dan Barsarnas OKU Timur. Selain itu anggota dinas Kesehatan Kabupateb OKU Timur juga membantu tim yang bekerja memadamkan kebakaran.

“Pemadaman dilakukan dengan memukul-mukul api dengan dahan kering serta mengunakan alat mesin sprot air yang sumbar airnya menyedot dari air sungai komering,” jelasnya.

Kholid mengatakan berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran hutan milih prusahaan GNS ini disebabkan ulah human error.

“Untuk proses hukum kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Yang jelas dari pihak kita sudah menegur dengan tegas kepada prusahaan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.