Beranda Berita Nilai IKP OKU Timur Salah Satu yang Terbaik se-Indonesia

Nilai IKP OKU Timur Salah Satu yang Terbaik se-Indonesia

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten OKU Timur merupakan salah satu yang terbaik se-Indonesia. Sebab dari 416 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten OKU Timur berada di peringkat ke 83 dengan persentase 78,49.  Hal ini berdasarkan hasil data dari Kementerian Pertanian Badan Ketahanan Pangan Pusat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur Junadi, SP saat sambutan pada kegiatan Hari Pangan Sedunia ke-39 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur, Kamis (10/10/2019).

Menurut Junadi, sesuai data Peta Ketahan Pangan dan Kerentanan Pangan atau Food Security Vunerability Atlas (FSVA) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018, Kabupaten OKU Timur juga tidak termasuk dalam Kerentanan Pangan.

“Sumber daya manusia merupakan unsur terpenting untuk menjunjang sektor pangan dan pembangunan daerah khususnya di Kabupaten OKU Timur. Karena dengan adanya sumberdaya manusia berkualitas, salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan yang akhirnya mampu meningkatkan kcsejahteraan dan taraf hidup masyarakat, serta dapat mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, melalui peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, pihaknya berharap kedepan sinergi masyarakat dan pemerintah akan lebik baik. Sehingga kebutuhan pangan di Bumi Sebiduk Sehaluan menjadi lebih baik dan petani lebih sejahtera dengan mengkolaborasikan kemajuan teknologi dengan sistem peetanian saat ini.

“Karena di era pasar bebas Industri pangan Indonesia mau tidak mau harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk Industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya. Salah satu sasaran pengembangan dibidang pangan adalah terjaminnya pangan yang diciptakan oleh terbatasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD menambahkan, untuk mewujudkan petani yang sejahtera, harus meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu wawasan petani harus dikembangkan sehingga bisa menjadi petani yang kaya.

“Sekarang petani baru bisa memenuhi kebutuhan pangan dan belum tergolong sejahtera. Karena itu petani wajib merubah pola pikir serta didukung oleh kebijakan pemerintah. Untuk menunjang hasil pertanian lebih baik lagi harus menggunakan bibit unggul, serta teknologi harus diterapkan jangan hanya sebataa selogan,” jelasnya.

Kholid mencontohkan, dulu awalnya mengajak petani untuk menanam padi organik sangat susah. Namun berkat adanya inovasi, sosialisasi dan mendapatkan sertifikat organik lambat laun petani sudah bergairah bertanam padi organik. Bahkan pasar sudah menunggu beras organik.

“Inovasi yang seperti ini yang harus dikembangkan untuk mewujudkan petani yang sejahtera. Serta diharapkan petani dapat lebih paham mengenai waktu kapan akan melakukan tanam, sehingga saat panen harganya bisa tinggi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.