Beranda Berita Kader Banser Harus Paham NU dan Pancasila

Kader Banser Harus Paham NU dan Pancasila

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang ke -11. Diklat tersebut mengusung tema “Banser adalah pesantren kedisiplinan bela negara dan menjaga Pancasila”. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, dimulai hari Minggu sampai Selasa (10-12/11/2019) di Desa Karang Binangun, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur. Diklat ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tanfidiyah NU OKU Timur Drs. Afiful Ikhwan, MPd.I.

Turut hadir dalam acara tersebut BABINKAMTIBMAS, BABINSA, Kepala Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya, Ketua PC GP Ansor OKU Timur, Kasatkocab Banser OKU Timur, Ketua Muslimat NU OKU Timur, Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto, PW IPNU Sumsel Muhammad Mukhlis,S.Pd serta tamu undangan lainnya.

Ketua Tanfidiyah NU OKU Timur Drs. Afiful Ikhwan, MPd.I dalam sambutannya dirinya berpesan agar peserta DTD Banser berjalan sukses sampai selesai dan menjadi kader yang militan. Selain itu juga, para peserta akan menerima pembekalan mulai dari pelatihan fisik dan mental, seperti kemampuan bela diri, ilmu tenaga dalam, dan pendalaman ke-NU-an, keindonesiaan, bela negara, peraturan baris-berbaris, kelalulintasan dan kedaruratan bencana.

“Kegiatan diklat itu dilakukan untuk memberikan satu pemahaman bersama tentang NU dan Pancasila. Jadi dengan proses ini dapat menyatukan ke-Indonesiaan dan ke-NU-an itu menjadi satu dan menjadi jalan untuk kita menjaga keutuhan negara supaya tidak dapat dipecahkan oleh siapapun, dan oleh paham apapun,” katanya.

Sementara itu, Kasatkorcab Kabupaten OKU TIMUR Imam Sopingi, SH.I. menyampaikan, DTD Banser ini adalah bagian proses kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Selain itu juga, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi keseimbangan roda organisasi, mengawal ulama, memperkuat ajaran Aswaja dan menjaga NKRI.

“Saya berharap kepada seluruh peserta untuk betul-betul serius dalam mengikuti DTD Banser. Hal ini dilakukan supaya memperoleh para peserta mendapatkan bekal yang berguna di masa yang akan datang. Sehingga kemajuan organisasi dapat tercapai di tengah cepatnya arus perubahan zaman yang menuntut kualitas SDM yang berkualitas mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.