Beranda Berita Jumlah Pekara Lebih Sedikit, OKUT Berhasil Menekan Peredaran Narkoba

Jumlah Pekara Lebih Sedikit, OKUT Berhasil Menekan Peredaran Narkoba

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Timur melakukan pemusnahan barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau ingkrah. Barang bukti yang dimusnahkan yaitu senjata api sebanyak 9 berkas dengan 9 pucuk senjata api, senjata tajam 14 berkas dengan 14 senjata tajam, 7 paket ganja,  311.502 garam sabu 7 paket besar dan 42 paket kecil serta 414 butir pil ekstasi.

Barang bukti yang dimusnahkan pada tahun 2019 untuk jenis narkoba cukup banyak dibandingkan tahun 2018. Namun jumlah perkaranya lebih sedikit. Hal ini membuktikan OKU Timur berhasil memberantas narkoba, begitu juga dengan perkara pidana umum. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor Kejari OKU Timur, Rabu (20/11/2019).

Acara pemusnahan barang bukti hasil kejahatan ini dihadiri juga Bupati OKU Timur HM Kholid MD, Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, Ketua DPRD OKU Timur Beni Dafitson, Kepala BNK OKU Timur AKP Gendi, waka Polres OKU Timur, perwakilan Dandim 0403 OKU, perwakilan yon armed serta kepala OPD di lingkungan Pemkab OKU Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur Ismaya Hera Wardhanie, SH, M.Hum mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, setiap kali barang bukti dari penanganan perkara yang sudah selesai penanganannya dan memiliki kekuatan hukum tetap, kewajiban kejaksaan untuk segara memusnahkannya. Pemusnahan barang bukti ini juga merupakan agenda penuntasan kinerja kejari sekaligus bentuk pertanggung jawaban kepada publik.

“Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil perkara 2019 dan sebagian tahun 2019, untuk barang bukti yang memiliki nilai ekonomis untuk negara,  sudah di selesikan melalui mekanisme lelang terbuka di palembang,” katanya.

Kejari menambahkan, perintah Presiden Republik Indonesia agara penegak hukum menegakan hukum bagi yang bersalah, jangan sampai salah menghukum. “Untuk itulah kejari akan menghukum bagi yang melangar hukum. Namun juga berhati-hati sebelum menjatuhkan hukuman karena inilah kita lakukan konfirmasi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, pada akhir 2018 trend penggunaan narkoba menurun, hal ini efak dari Surat Edaran Bupati OKU Timur dan Maklumat Kapolres dan Muspida plus untuk tidak memberikan ijin orgen tunggal di malam hari.

“Kemudiaan juga alasan kejahatan lainnya yaitu faktor ekonomi, melihat hal ini menjadi tangung jawab kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itulah Dimanapun saya selalu mengajak, ayo perbaiki ekonomi masyarakat, dengan rakyat sejahtera maka kejahatan akan menurun,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengatakan, terkait perkara korupsi bukan hanya perkara kepastian hukum dan penegakan hukum tetapi bagai mana melakukan pencegahan. “Sudah menjadi kewajiban manusia untuk saling mengingatkan, jikalau ada orang yang salah kasih tau, dibimbing jangan di biarkan salah. Hal ini juga sesuai dengan perintah agama saling mengingatkan kepada hak dan mencegah kemungkaran dan kebatilan,” pungkas Bupati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.