Beranda Berita Semua Pihak Berperan Untuk Cegah Radikalisme

Semua Pihak Berperan Untuk Cegah Radikalisme

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengadakan rapat koordinasi pencegahan aksi radikalisme. Acara yang dihadiri oleh Dandim 0403 OKU di Wakili pasI Intel Kapten Surasa, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, SH, S.I.K, Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardani, SH, MH, serta para Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat se Kabupaten OKU Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Bina Praja II Setda OKU Timur, Kamis (21/11/2019).

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan radikalisme muncul sejak abad ke18 di eropa melalui gerakan organisasi yang mempunyi paham untuk melawan pemerintah. Di Indonesia paham radikalisme masuk melalui agama, agama apa saja hanya saja di Indonesia mayoritas Islam maka radikalisme salah satunya masuk melalui Islam

“Masuknya radikalisme di Indonesia karena paham paham yang berbeda beda, ketika paham ihawtul muslimin di bawa ke Indonesia atau paham Islam lain juga masuk ke Indonesia inilah yabg menjadi perdebatan,” kata Bupati.

Bupati Kholid melanjutkan, radikalisme itu dapat diartikan melawan pemerintahan yang sah, mereka mengoyang dasar negara, bentuk negara dan simbol-simbol negara. Selain itu juga kit harus pahami agama dengan sebenar-benarnya, cari pamahaman dan sumber yang jelas dan sumber yang benar.

“Ketika organisasi melawan pemerintahan yang sah maka disebut radikalisme, sayangnya di Indonesia radikalisme menggunakan simbol simbol agama,” katanya. Jika kita memahami agama dengan benar, belajar dari sumber yang benar maka sedikit kemungkinan terpapar radikalisme,” ujarnya.

Bupati Kholid juga ingat ketika dahulu sebuah kalimat tri kerukunan, yaitu kerukunan dalam agama, kerukunan antar agama dan kerukunan antar agama dengan pemerintah. “Ini hendaknya dapat di hidupkan kembali sehingga NKRi bisa tetap bediri, kerukunan tetap terjaga,” katanya.

Bupati juga berpesan, agar semua camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, TNI dan Polri untuk menyampaikan kepada masyarakat soal bahaya radikalisme ini secara lengkap jangan sepotong sepotong.

“Terutama kepada ASN, TNI dan Polri untuk mengikuti aturan yang berlaku baik dari cara berpakain, sikap dan organisasi yang di ikuti, saya meminta kepada ASN, TNI dan Polri menjadi garda terdepan penangkal radikalisme, luaskan cara berpikir, luaskan cara menghargai pendapat orang lain,” pesannya.

Kapolres OKU Timur AKBP Herlintang Jaya, SH, S.I.K dalam arahannya mengatakan, gejala radikalisme di Sumatra Selatan hampir tidak ada. Pihak Kepolisian di Sumatra Selatan sudah cukup sigap, ketika mendapatkan informasi gejala radikalisme maka langsung bertindak.

“Sampai hari ini belum ditemukan, hanya saja ada beberapa orang yang terpapar radikalisme namun telah cepat diatasi,” ungkap kapolres.

Sementara itu Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardani, SH, MH, mengatakan dari rapat-rapat yang diselengarakan dengan MUI dan tokoh tokoh agama di OKU Timur sampai saat ini belum ditemukan radikalisme.

“OKU Timur daerah zero konflik, itu yang kami kaji, dan disini pihak kejaksaan meminta untuk semua camat, tokoh masyarakat untuk menjaga NKRI dan segera sikapi jika ada gejala aliran sesat dan radikalisme,” jelasnya.

Ditempat yang sama, PasI Intel Kodim 0403 OKU Kapten Surasa juga menegaskan bahwa saat ini diminta semua pihak jangan lengah terhadap radikalisme yang bisa tumbuh dengan baik. “Radikalisme bisa tumbuh bukan hanya menyusup dalam semua agama yang ada di Indonesia, tetapi juga bisa masuk dalam pemahaman seperti pemahaman komunisme,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.