Beranda HUKUM DAN KRIMINAL Ibu-ibu Asal Aceh Kedapatan Bawa Sabu Satu Kilogram

Ibu-ibu Asal Aceh Kedapatan Bawa Sabu Satu Kilogram

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Polres OKU Timur gelar pers rilis dari hasil tindak kejahatan beberapa bulan terakhir ini. Sebanyak 22 tersangka berhasil diringkus berserta barang bukti hasil kejahatan juga ikut disita. Terdapat 47 barang bukti berupa senjata api 25 diantaranya merupakan jenis revolver, 18 unit kocok Laras panjang dan jenis FN tiga unit, dari 47 unit senjata api yang disita, beberapa merupakan diserahkan langsung oleh pemiliknya. Kegiatan ini digelar di halaman Polres OKU Timur, Senin (9/12/2019).

Selain pelaku tindak kejahatan, Polres OKU Timur juga berhasil menangkap bandar sabu antar lintas provinsi, dengan barang bukti sabu seberat satu kilogram yang dipasok dari Aceh. Namun yang mengagetkan sabu seberat satu kilogram ini dibawa oleh dua orang ibu-ibu dengan membawa balita.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK didampingi Wakapolres Kompol Erwin S Manik serta Kabag OPS Kompol Efendi Simanjuntak mengatakan, sebelum meringkus pemesan dari OKU Timur yakni Jumrowi (32) Warga Desa Sukaraja Tuha Kecamatan Buay Madang, anggota Sat Narkoba terlebih dahulu menangkap dua orang ibu ini yang berasal dari Aceh.

“Kedua pelaku ibu-ibu ini yakni Sairah dan Julita, keduanya merupakan warga desa perlak Kabupaten Aceh Timur,” katanya.

Lanjut kata Kapolres, kedua kurir ini menaiki bus jurusan Lampung, sesampai di Lampung keduanya kemudian naik ojek dan berhenti di rumah makan di pasar Martapura. Saat ditanya keduanya gugup dan setelah diperiksa tas yang dibawanya berisikan sabu tersebut dengan dibalut kain hitam.

“Saat ketiga pelaku ini berhasil diringkus, Jumrowi sebagai pemesan mengakui bahwa sabu seberat satu kilogram tersebut ialah pesanannya. Sedangkan kedua pelaku yang menjadi kurir ini mengaku akan diganjar uang sebesar Rp. 30 juta jika berhasil sampai ke tangan Jumrowi, dan uang jalan tujuh juta, namun naas keberadaan mereka terendus oleh anggota Sat Narkoba Polres OKU Timur”, terangnya.

Kini ketiganya dijerat pasal 114 ayat 2 karena melebih berat lima gram, dan pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, untuk pelaku penyalahgunaan senjata api rakitan ini berjumlah tiga orang. “Ketiganya berhasil ditangkap oleh anggota satreskrim Polres OKU Timur saat Operasi Senpi Musi 2019,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.